REMBANG, Lingkarjateng.id – Bupati Rembang Harno mengunjungi korban kebakaran di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Jumat, 19 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Harno menyerahkan bantuan kepada warga terdampak sekaligus meninjau langsung kondisi rumah yang hangus terbakar.
Bantuan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Harno menyampaikan permohonan maaf karena baru sempat mengunjungi lokasi beberapa hari setelah kejadian. Menurutnya, kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab untuk memberikan dukungan moril maupun bantuan kepada korban.
“Mohon maaf pemerintah daerah baru bisa hari ini meninjau lokasi. Kami datang sekaligus membawa sedikit bantuan melalui Baznas, PMI, dan BPBD untuk membantu meringankan beban korban,” ujar Harno.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang disebabkan korsleting listrik maupun kelalaian penggunaan kompor.
Ia mengimbau agar warga rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah, terutama yang sudah berusia lama, serta memastikan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kabel-kabel listrik tolong dicek kembali. Begitu juga kompor, setiap akan keluar rumah harus dipastikan aman. Harapannya kebakaran seperti ini tidak sering terjadi lagi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Harno juga menyoroti kondisi armada pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Rembang yang dinilai perlu mendapat perhatian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, armada yang digunakan saat ini telah berusia sekitar 10 tahun dan kerap mengalami kendala saat dioperasikan.
“Ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Armada pemadam sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga harus kita carikan solusi agar kondisinya tetap prima dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Meteseh, Ismunandar, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terhadap warganya yang menjadi korban kebakaran.
Ia mengungkapkan, pemerintah desa bersama masyarakat telah menggalang dana melalui RT dan RW dengan hasil sementara mencapai sekitar Rp20 juta. Penggalangan bantuan juga akan terus dilakukan di sejumlah titik strategis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rembang yang telah hadir memberikan bantuan. Dari pemerintah desa bersama warga juga sudah menggalang dana sekitar Rp20 juta dan akan terus kami lanjutkan agar bisa membantu kebutuhan korban,” ujarnya.
Menurut Ismunandar, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kemungkinan besar sumber api berasal dari korsleting listrik. Kami mengimbau warga untuk memeriksa kembali kabel maupun instalasi listrik yang sudah tua atau rusak agar segera diganti. Jangan sampai musibah serupa kembali terjadi,” katanya.
Korban kebakaran, Sumini, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterimanya di tengah musibah yang menimpa keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Rembang, Baznas, PMI, BPBD, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami untuk bangkit kembali setelah rumah kami terbakar,” tutur Sumini.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar


































