BATANG, Lingkarjateng.id — Pemerintah pusat masih menggodok rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang dirancang membentang di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa, termasuk di Kabupaten Batang.
Proyek Giant Sea Wall diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa, M. Khadik, menyampaikan bahwa proyek masih berada pada tahap awal penyusunan regulasi serta pemetaan wilayah terdampak dan kebutuhan teknis di lapangan.
“Prinsipnya, proyek ini terus berjalan untuk mencari solusi terbaik,” ujar Khadik di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Batang, Selasa, 16 Juni 2026.
Khadik menjelaskan bahwa tujuan utama pembangunan tanggul laut raksasa adalah untuk mengatasi banjir rob yang terjadi hampir setiap tahun di kawasan pesisir utara Jawa. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, infrastruktur tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nelayan dan pelaku usaha agar lebih berkelanjutan.
Rencananya proyek Giant Sea Wall dibangun membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer dan melibatkan empat provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Adapun koordinasi proyek dilakukan oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa yang dipimpin Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit, dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.
Meski demikian, Khadik mengungkapkan bahwa kepastian waktu pelaksanaan dan kebutuhan anggaran masih dalam tahap pembahasan dan penghitungan secara mendalam di tingkat pusat.
Dalam proses perencanaan, terdapat sejumlah tantangan teknis yang perlu diantisipasi, salah satunya keberadaan kabel internet bawah tanah di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak pembangunan.
Apabila pembangunan dapat dilakukan tanpa memindahkan kabel tersebut, maka biaya akan lebih efisien. Namun, jik relokasi kabel diperlukan, anggaran proyek diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.
Pemerintah juga masih mengkaji berbagai opsi teknis untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan kanal agar pembangunan tetap efektif dan efisien.
“Kami berharap Giant Sea Wall bisa menjadi solusi komprehensif untuk mengatasi banjir rob sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa

































