PATI, Lingkarjateng.id – Puluhan warga Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, mendatangi Kantor Bupati Pati, Rabu, 17 Juni 2026, untuk mendesak perbaikan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tompegunung dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen. Pasalnya, jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut sudah rusak puluhan tahun dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ruas jalan itu menjadi jalur penting bagi warga untuk mengakses fasilitas pendidikan, layanan publik, hingga kegiatan perekonomian. Kondisi jalan yang rusak membuat mobilitas warga menjadi kurang optimal dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kedatangan warga diterima Pemerintah Kabupaten Pati melalui audiensi tertutup yang berlangsung di Ruang Rayung Wulan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Pertemuan tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR).
Aksi warga tersebut turut mendapat pendampingan dari Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap). Koordinator Germap, Cahya Basuki atau yang akrab disapa Yayak Gundul, menyampaikan bahwa dalam audiensi tersebut Plt Bupati berkomitmen melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan yang dikeluhkan warga.
Menurut Yayak, survei lapangan diperlukan untuk menentukan kebutuhan anggaran sekaligus jenis konstruksi yang paling sesuai untuk perbaikan jalan tersebut.
“Alhamdulillah nanti hari Sabtu Pak Plt Bupati akan survei lokasi, dan insyaallah saya juga akan hadir. Terima kasih Pak Plt Chandra. Semoga saja tahun ini dikerjakan,” ungkap Yayak.
Ia menjelaskan, perbaikan ruas Tompegunung–Durensawit kemungkinan tidak masuk dalam alokasi anggaran perbaikan jalan sebesar Rp210 miliar yang telah disiapkan pemerintah daerah. Karena itu, pembiayaannya diperkirakan akan dicari melalui skema anggaran lain, termasuk kemungkinan melalui perubahan APBD 2026.
“Rencana tidak dari anggaran murni Rp210 miliar, tapi dari yang lain. Kurang lebih sekitar Rp3 miliar, karena nanti apakah aspal atau cor beton yang tau itu Pak Riyoso DPUTR,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan warga Desa Tompegunung, Sumarlan, berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa usulan perbaikan ruas jalan tersebut sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, Jalan Tompegunung–Durensawit merupakan akses strategis yang mempercepat perjalanan warga menuju wilayah Kayen dan sekitarnya.
“Itu kan jalan penghubung ke Kayen, jadi lebih cepat kalau lewat sana. Nah, dulu itu dijanjikan oleh Pak Sudewo akan diperbaiki, namun karena ada masalah batal terlaksana,” ungkap Sumarlan.
Ia berharap komitmen yang disampaikan dalam audiensi dapat segera ditindaklanjuti sehingga perbaikan jalan dapat direalisasikan pada tahun ini atau paling tidak melalui perubahan anggaran 2026.
Warga menilai perbaikan jalan tersebut penting untuk mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sukolilo dan Kayen.
Jurnalis: Lingkar Jateng Group Network
Editor: Rosyid

































