Blora (lingkarjateng.id) – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora pastikan lulusan kesetaraan dapat melanjutkan ke jenjang sekolah formal, baik dari paket A hingga Paket C. Sebab, lulusan kesetaraan sudah menggunakan Tes Kemampuan Akademik sebagai syarat kelulusan.
“Saya pastikan lulusan kesetaraan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan formal negeri,” terang Kepala SKB Blora, Jumini saat ditemui setelah Akhirussanah Paud hingga kesetaraan paket C di SKB, Senin (15/06/2206).
Lebih lanjut, saat ini TKA menjadi syarat wajib terlampir untuk peserta didik dalam mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Dikatakan, tahun ini SKB meluluskan kesetaraan berjumlah 190 siswa, dengan rincian Paket A 16 siswa, paket B 41 siswa, dan paket C 133 siswa. Sementara untuk Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terdapat 19 siswa. “Rata-rata segitu, tidak jauh berbeda angkanya,” katanya.
Dari seluruh lulusan itu, Jumini menegaskan bahwa lulusan paket A dapat melanjutkan ke jenjang SMP negeri, Paket B dapat melanjutkan ke jenjang SMA negeri dan Paket C juga dapat melanjutkan ke perguruan tinggi yang bonafit.
“Lulusan paket A ada yang mendaftar di SMP Negeri 2 Cepu. Lalu lulusan paket B ada 3 anak yang mendaftar di sekolah negeri. Tapi paket B kebanyakan untuk lulusan paket B tetap berlanjut disini, karena bisa sambil bekerja,” terangnya.
Lebih lanjut, trend lulusan Paket C dari tahun ke tahun keinginan siswa lanjut pendidikan tinggi atau berkuliah semakin naik. Pasalnya perkuliahan saat ini sudah banyak yang membuka kelas pekerja.
“Lulusan dari sini (SKB) banyak yang kuliah. Makanya tadi saya datangkan pihak Universitas Terbuka,” ucapnya.
Bagi para siswa yang berminat di kampus negeri, pihaknya akan memfasilitasi pendaftaran. Hal itu dilakukan dengan cara mengkonfirmasi perguruan tinggi yang sedang dituju siswa.
“Tahun lalu satu siswa lanjut di Undip jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), bukan jalur mandiri. Jadi kita juga bangga melihat lulusan kesetaraan yang mempunyai minat belajar tinggi,” katanya.
Ditambahkan, siswa kesetaraan di SKB hingga saat ini masih di dominasi oleh pekerja dan pegiat seni asli Blora dari barongan hingga jantilan atau jaranan. Pasalnya siswa dapat melanjutkan pekerjaan namun tanpa meninggalkan bangku sekolah.
“Kalau untuk pegiat seni biasanya dari siswa SMA namun SMP juga ada, banyak pindah ke sini karena banyak pentas yang dilakukan siswa, sehingga mengurangi tenaga untuk berangkat sekolah. Sementara sekolah negeri ada tingkat absensi,” katanya.
Dia juga menyebut siswa dari pegiat seni kebanyakan berasal dari Kecamatan Ngawen, Tunjungan, dan Jepon. Sementara, untuk siswa dari kecamatan yang jauh, didominasi dari pekerja luar kota.
“Jadi siswa dari kecamatan jauh seperti Kecamatan Jati, Randublatung itu kebanyakan ikut proyek luar kota. Tapi niat belajarnya tinggi tapi terbentur faktor ekonomi,” ungkapnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian































