DEMAK, Lingkarjateng.id – Focus Group Discussion (FGD) dalam Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) IV Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya yang dihadiri berbagai elemen masyarakat membahas jurnalisme di tengah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence/AI.
Ketua baru IJTI Muria Raya, Iwhan Mifthakhudin, mengatakan bahwa di tengah disrupsi teknologi khususnya AI tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan jurnalistik.
Menurutnya, kreativitas, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap prinsip jurnalistik tetap menjadi modal utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
“Generasi muda yang aktif di lembaga pers mahasiswa maupun organisasi masyarakat harus terus mengasah kemampuan jurnalistiknya agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital,” ujarnya dalam Muskorda yang berlangsung di Kabupaten Demak pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam forum diskusi tersebut, IJTI menegaskan bahwa di tengah disrupsi teknologi AI jurnalis harus tetap menjaga integritas informasi dan berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal IJTI, Usmar Al Marwan, menegaskan bahwa jurnalis harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam proses kerja jurnalistik.
Namun, kata dia, teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar jurnalisme seperti akurasi, verifikasi, independensi, dan keberimbangan informasi.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diimbangi dengan komitmen menjaga etika profesi agar media tetap dipercaya masyarakat.
Melalui forum tersebut, IJTI berharap para jurnalis dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sekaligus mempertahankan prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi utama dalam menghadapi era disrupsi media yang semakin dinamis.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menilai forum diskusi dan Muskorda IJTI Muria dapat menjadi sarana membangun sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong terciptanya komunikasi yang konstruktif melalui penyampaian kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat secara objektif.
“Pers memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang membangun dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan publik,” katanya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network































