REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus mengintensifkan upaya penanganan banjir rob yang menerjang sejumlah kawasan pesisir dalam beberapa hari terakhir. Selain melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi terdampak, pemerintah daerah juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk merancang langkah penanganan jangka panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang telah melakukan pendataan di sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi warga dan kebutuhan penanganan yang diperlukan.
Hasil asesmen BPBD menunjukkan banjir rob terjadi di Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori; Desa Sumurtawang, dan Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan. Sebanyak 13 rumah warga terdampak akibat peristiwa tersebut. Kerusakan terparah tercatat di Desa Sumurtawang. Selain permukiman, satu lokasi pembibitan benur di kawasan pesisir juga terdampak gelombang pasang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengatakan Pemkab Rembang telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Menurutnya, perhatian terhadap kondisi pesisir Rembang juga diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah yang telah meminta BPBD Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Rembang terkait penanganan rob.
“Pak Bupati juga sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur. Selanjutnya BPBD Provinsi Jawa Tengah diminta untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kami terkait penanganan rob di wilayah pesisir Rembang,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.
Luthfi menjelaskan, opsi penanganan sementara menggunakan geobag sempat dipertimbangkan. Namun, setelah dilakukan peninjauan lapangan bersama tim BBWS Pemali Juana, metode tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi di beberapa lokasi terdampak.
“Hasil asesmen menunjukkan bahwa penanganan dengan geobag tidak memungkinkan untuk beberapa titik. Karena itu diperlukan solusi yang lebih permanen,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Rembang bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BBWS Pemali Juana mengupayakan pembangunan struktur pelindung pantai berupa breakwater atau pemecah gelombang permanen. Tim teknis dijadwalkan kembali melakukan survei lapangan untuk memetakan kebutuhan penanganan di kawasan terdampak.
“Kita sudah koordinasi, sudah bersurat juga ke BBWS untuk hari Rabu. Hari Rabu besok mereka mau datang kesini untuk meninjau langsung. Jadi kemarin ada tiga titik yang kita pantau,” terangnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Rembang terus memantau perkembangan kondisi di wilayah pesisir guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat banjir rob tersebut.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang pasang dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa peralihan musim.
“Karena saat ini sedang terjadi peralihan arah angin, masyarakat terutama yang berada di kawasan pantai diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Untuk sementara, pengunjung wisata pantai juga diimbau tidak beraktivitas di dalam air laut demi keselamatan,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid





























