SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui berbagai program afirmasi. Salah satunya dengan menghadirkan SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah yang memberikan pendidikan dan pembinaan atlet secara gratis bagi siswa berbakat di bidang olahraga.
Berlokasi di kompleks GOR Jatidiri Semarang, sekolah berasrama tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan atlet pelajar agar tetap dapat mengejar prestasi akademik di tengah padatnya jadwal latihan. Sistem pembelajaran yang diterapkan mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
Salah satu siswa SMANKO, Egi, atlet anggar asal Kota Semarang, mengaku sistem yang diterapkan sekolah membuat dirinya lebih mudah membagi waktu antara belajar dan berlatih.
“Kalau dulu di sekolah umum, jadwal latihan sering berbenturan dengan jam sekolah. Sekarang setelah pulang sekolah saya masih punya waktu istirahat sebelum latihan sore,” ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Dukungan tersebut turut berkontribusi terhadap capaian prestasinya. Dalam setahun terakhir, Egi berhasil meraih gelar juara pertama pada kejuaraan anggar nasional di Bandung dalam kategori open competition.
Pengalaman serupa dirasakan Jenika, atlet lompat tinggi asal Kabupaten Kendal. Menurutnya, berbagai kebutuhan penunjang selama menempuh pendidikan di SMANKO telah difasilitasi oleh sekolah.
“Semua kebutuhan penunjang disediakan gratis, mulai buku, sepatu, jaket, makan, sampai asrama. Tahun 2025 saya juga berhasil meraih juara tiga nomor estafet 4×400 meter,” katanya.
Kepala SMANKO Jawa Tengah, Sutardi, menjelaskan sekolah tersebut dikelola melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Pendidikan formal berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan, sedangkan pembinaan atlet dilakukan melalui Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (BPPOP).
Ia mengatakan, sekolah olahraga tersebut kini menerapkan kurikulum adaptif yang disesuaikan dengan ketentuan terbaru dalam Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025.
“Pagi hari siswa menjalani latihan olahraga, kemudian mengikuti pembelajaran mulai pukul 08.30 hingga 13.00. Setelah itu mereka kembali berlatih pada sore hingga malam hari,” jelasnya.
Untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan atlet, pendanaan sekolah berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Biaya Operasional Pendidikan (BOP) APBD Jawa Tengah, serta BOP afirmasi khusus sekolah olahraga. Skema tersebut memungkinkan seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan dan pembinaan olahraga tanpa dipungut biaya.
Sutardi berharap lulusan SMANKO tidak hanya mampu berprestasi di arena olahraga, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang memadai sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun meniti karier di masa depan.
Saat ini, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 masih berlangsung bersamaan dengan penjaringan calon atlet. Selain seleksi administrasi, peserta diwajibkan mengikuti serangkaian tes yang meliputi kemampuan fisik, psikologi, hingga skrining fisioterapi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan keberadaan SMANKO menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang unggul di bidang olahraga maupun akademik.
Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung telah disediakan untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga sarana latihan olahraga.
“Sarana dan prasarana sudah kita siapkan. Tinggal bagaimana mereka dibina dan digembleng menjadi atlet masa depan yang berprestasi,” tegasnya.
Sumber: Humas Pemprov Jateng
Editor: Rosyid































