KENDAL, Lingkarjateng.id – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren APIK Kauman Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada Jumat sore, 5 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan umat yang telah lama berkontribusi bagi bangsa.
Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin menyebut Pondok Pesantren APIK Kaliwungu sebagai salah satu pondok pesantren salaf tertua di Indonesia yang telah berdiri lebih dari satu abad.
“Saya datang ke Ponpes APIK untuk mengenang salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia yang usianya sudah lebih dari 100 tahun,” ujar Nasaruddin.
Ia mengaku bersyukur karena pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh dan pejuang bangsa tersebut masih mampu mempertahankan eksistensinya hingga saat ini, baik dalam menjaga tradisi keilmuan maupun sistem pembelajaran keagamaan.
“Alhamdulillah pondok pesantren ini masih bertahan. Tradisinya bertahan, pembelajarannya bertahan, dan berkahnya juga tetap bertahan,” katanya.
Menurut Menag, kunjungannya selain untuk bersilaturahmi juga bertujuan memohon doa para kiai agar Indonesia senantiasa diberikan kemajuan dan keberkahan dalam menghadapi berbagai persoalan kebangsaan.
“Kami mohon doa para kiai di sini agar bangsa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan. Masalah-masalah kenegaraan, kebangsaan, termasuk persoalan pondok pesantren, insyaallah dapat diselesaikan dengan baik atas pertolongan Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes APIK Kaliwungu, M. Sholahuddin Humaidullah Irfan, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren APIK berdiri pada 12 Februari 1919 dan menjadi salah satu pesantren tertua di wilayah Kaliwungu.
“Ponpes ini termasuk yang paling tua di Kaliwungu. Meski merupakan pesantren salaf, jumlah santri tetap bertahan bahkan lebih dari 500 orang. Saya generasi keempat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedatangan Menteri Agama ke Ponpes APIK murni dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus meminta doa dari para ulama dan pengasuh pesantren.
“Memang sejak dulu di Ponpes APIK ini banyak menteri yang berkunjung kesini, karena memang ingin melihat langsung,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid
































