BLORA, Lingkarjateng.id – Puluhan relawan dan warga Blora Selatan kembali menggelar aksi tanam pohon pisang di ruas Jalan Provinsi Randublatung-Cepu, Kamis, 4 Juni 2026. Aksi yang disebut sebagai jilid 2 tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas belum tuntasnya perbaikan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Aksi berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB dan sempat menghentikan arus lalu lintas selama kurang lebih lima menit. Sejumlah warga membawa puluhan batang pohon pisang dan menanamnya di titik-titik jalan yang rusak sambil menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam aksi tersebut, warga mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar segera merealisasikan perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan hanya pada sebagian ruas yang dianggap paling parah.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah menyatakan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk perbaikan ruas Jalan Randublatung-Cepu.
Jalan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah ribuan warga melakukan aksi tanam pohon pisang dan menggerus permukaan jalan beberapa waktu lalu.
Salah seorang relawan, Exi Wijaya, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kita gunakan hak konstitusional kita sebagai rakyat, kita minta Gubernur bisa menuntaskan tuntutan kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah untuk aktif mengawasi kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kepentingan publik.
“Sedulur saya di Pekalongan, Pati, Rembang, dan seluruh wilayah daerah di Jawa Tengah mari kita bersatu kita kontrol kebijakan pemerintah. Ketika jalan rusak rakyat yang menjadi korban. Hidup rakyat, hidup petani, hidup buruh,” ucapnya.
Warga lainnya, Rifki, menilai perbaikan jalan tidak boleh dilakukan secara bertahap apabila kerusakan yang terjadi cukup panjang. Menurutnya, masyarakat menginginkan seluruh ruas yang rusak segera ditangani hingga tuntas.
“Sekelas Gubernur untuk bangun jalan ini bukan hal yang sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga berharap perbaikan jalan dapat mencakup seluruh ruas sepanjang sekitar 2,6 kilometer dan tidak hanya dilakukan pada sebagian titik.
“Jika Bapak katanya ngopeni, ayo buktikan, bukan cuma omon-omon,” pungkasnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Rosyid
































