BOYOLALI, Lingkarjateng.id – Kloter 81 atau kloter Sapu Jagad yang menjadi kloter terakhir berisi 15 orang jamaah calon haji Kabupaten Boyolali resmi diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan (AHD), pada Rabu, 20 Mei 2026 siang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Boyolali, Muhammad Arief Wardianta secara resmi melepas pemberangkatan calon jemaah haji di halaman kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) setempat.
Menurut data dari Kemenhaj Kabupaten Boyolali, jumlah jamaah calon haji yang bisa berangkat tahun 2026 ini sebanyak 943 orang dengan lima orang Petugas Haji Daerah (PHD), sehingga total 948 orang.
Sejak pemberangkatan kloter pertama hingga terakhir, lima orang jamaah calon haji gagal berangkat dikarenakan satu orang sakit dan empat orang tidak laik terbang.
Kemudian untuk kloter terakhir ini, terdiri dari enam orang jamaah reguler dengan tambahan sembilan orang jamaah cadangan naik.
Sebelum keberangkatan, 15 jamaah calon haji diberikan pengarahan oleh Kepala Kemenhaj Kabupaten Boyolali Sauman. Pengarahan diberikan karena sebagian jamaah yang merupakan cadangan naik belum sempat mengikuti manasik haji sebelumnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Boyolali, Faizin menyampaikan Pemkab Boyolali memfasilitasi seluruh pemberangkatan ibadah haji.
Untuk kloter terakhir ini, kata dia, Pemkab Boyolali menyediakan armada berupa satu elf untuk mengangkut 15 jamaah, kemudian satu mobil barang, satu mobil koper dan satu unit ambulans.
Ia mengatakan, sudah menjadi kewajiban Pemkab Boyolali untuk memfasilitasi, mulai dari persiapan, pemberangkatan hingga monitoring jamaah di AHD.
Menurutnya, pemberangkatan haji tahun 2026 ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mencontohkan, Pemkab Boyolali mendapatkan jatah lima orang PHD, yakni dua orang petugas pelayanan umum dan tiga orang pelayanan kesehatan. Dengan kebijakan tahun 2026 ini, para petugas tidak perlu membayar biaya tambahan, namun sudah 100 persen dibiayai Pemkab.
Kemudian, Pemkab Boyolali berencana akan memperketat penunjukan PHD pelayanan umum tahun 2027, dengan syarat ASN eselon IV ke bawah dan harus sudah pernah melaksanakan ibadah umroh atau haji agar benar-benar mampu melayani jamaah.
“Selalu kita evaluasi. Tahun ini nanti setelah selesai, setelah jamaah pulang kita evaluasi, kekurangannya apa nanti kita perbaiki lagi tahun depan.”katanya.
Selanjutnya, ia berharap kedepannya jamaah calon haji yang akan berangkat lebih menjaga diri dengan tidak terlalu banyak menerima tamu jelang keberangkatan. Menurutnya, hal ini dapat menyebabkan kelelahan sehingga kesehatan menurun.
Sementara itu, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Boyolali, Ichsan mengungkapkan, pelaksanaan pemberangkatan ibadah haji oleh Pemkab Boyolali berjalan lancar dan lebih baik daripada tahun lalu.
“Selama ini sudah cukup bagus, namun semakin ditingkatkan lebih bagus.” ujar Ichsan.
Editor: Sekar

































