DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak resmi memberangkatkan calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah menuju Tanah Suci. Dalam momentum tersebut, Bupati Demak Eisti’anah menitipkan doa kepada para jemaah agar Kabupaten Demak senantiasa aman, tenteram, terhindar dari marabahaya, serta masyarakatnya semakin sejahtera.
Total calon jemaah haji asal Demak yang diberangkatkan tahun ini ada sebanyak 1.452 yang terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter). Kloter pertama diberangkatkan pada Jumat, 1 Mei 2026, dan dilepas langsung oleh Bupati Demak dari Gedung IPHI Demak menuju Embarkasi Haji Donohudan Boyolali.
Bupati Eisti’anah menyampaikan harapannya agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke tanah air. Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah untuk saling membantu dan menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Tentunya kita saling mendoakan agar para jemaah haji selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan menjadi haji yang mabrur. Kemudian tentunya saling membantu, saling tolong-menolong, kerja sama, kemudian selalu menjaga kesehatan, karena ibadah haji juga merupakan ibadah fisik,” kata Bupati Eisti’anah.
Selain itu, pihaknya juga meminta para jemaah untuk turut mendoakan Kabupaten Demak agar tetap aman dan masyarakatnya semakin sejahtera.
“Kami meminta doa kepada para calon jemaah haji agar mendoakan Kabupaten Demak aman, tenteram, terhindar dari marabahaya, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Tak hanya itu, Eisti’anah juga meminta kepada para calon jemaah haji agar turut mendoakan masyarakat Demak yang belum mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji segera diberi kemudahan dan panggilan ke Tanah Suci.
Dalam proses pemberangkatan, tradisi bus rombongan jemaah haji berkeliling Alun-alun Demak kembali dilakukan. Tradisi tersebut menjadi simbol pamitan dan memohon restu kepada para sesepuh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Tradisi muter alun-alun sebagai simbol atau pamitan kepada para sesepuh untuk berangkat. Pada intinya memohon restu,” jelasnya.
Senada, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Demak, Rahmi Indah Suciati juga menyampaikan bahwa tradisi muter Alun-alun Demak menjadi tradisi yang sudah dilakukan sebelumnya dan masih berlangsung hingga sekarang.
“Itu menjadi sebuah tradisi pemberangkatan di Demak, ibaratnya sowan atau pamitan kepada kanjeng sultan. Mutar sebanyak tiga putaran. Memang dari rapat panitia diputuskan tiga putaran,” ujar Rahmi.
Selain itu, Rahmi juga mengatakan bahwa para calon jemaah haji yang berangkat tahun ini rata-rata telah menunggu antrean keberangkatan selama 12 hingga 14 tahun.
“Total jamaah haji yang diberangkatkan sebanyak 1.452 jamaah yang terbagi menjadi enam kloter. Rata-rata mereka menunggu antrean sekitar 12 hingga 14 tahun,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh calon jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi syarat istithaah atau kemampuan kesehatan untuk menjalankan ibadah haji.
“Sejauh ini yang diberangkatkan sudah dalam keadaan istithaah. Semoga sampai di embarkasi kondisi kesehatan tetap bagus sehingga semuanya bisa diterbangkan ke Tanah Suci,” katanya.
Lebih lanjut, bagi para jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas ada pendampingan sehingga dalam menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Untuk jamaah lansia dan yang membawa kursi roda atau disabilitas tetap mendapatkan pendampingan sesuai aturan dan insyaallah tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji,” tutupnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























