SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terus membayangi wilayah Jawa Tengah selama sepekan ke depan meskipun mulai menunjukkan tren penurunan intensitas. Terutama untuk wilayah pegunungan tengah dan Solo Raya, ancaman hujan lebat terjadi pada sore hari yang masih cukup tinggi.
Fenomena ini merupakan ciri khas masa transisi atau pancaroba yang rawan memicu cuaca ekstrem secara mendadak.meskipun curah hujan cenderung melandai dibandingkan hari sebelumnya, bukan berarti potensi gangguan cuaca hilang sepenuhnya.
“Untuk hari ini potensi hujan lebat masih ada di pegunungan tengah, Jateng bagian timur, dan Solo Raya pada siang hingga awal malam. Untuk tujuh hari ke depan, meski intensitasnya menurun, potensi hujan tetap ada, terutama di wilayah Pegunungan Tengah hingga pesisir selatan,” jelas Prakirawan Cuaca BMKG, Noor Jannah Indriyani, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 23 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pada periode transisi ini, pemanasan yang kuat di siang hari justru seringkali menjadi pemicu terbentuknya awan konvektif yang membawa hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sore hari. Sehingga pihaknya menekankan, masyarakat tidak terkecoh dengan cuaca panas terik yang terjadi sejak pagi hingga siang hari.
Di Kota Semarang sendiri, kata Noor Jannah, suhu udara yang mencapai 33-34 derajat Celcius disertai kelembapan yang fluktuatif membuat cuaca terasa gerah (sumuk).
Menurutnya, kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga Semarang benar-benar memasuki musim kemarau pada akhir April atau awal Mei mendatang.
“Kami imbau masyarakat tetap sedia payung atau jas hujan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hari. Waspadai munculnya awan Cumulonimbus yang gelap dan menjulang tinggi, karena itu pertanda potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dalam waktu singkat,” pungkas Noor Jannah.
Prakiraan Sebaran Hujan 7 Hari ke Depan (23-29 April 2026):
- Kamis-Jumat (23-4 April 2026): Fokus potensi hujan bergeser ke wilayah Pegunungan Tengah serta sebagian pesisir selatan Jawa Tengah.
- Sabtu – Rabu (25-29 April 2026): Meski intensitas menurun secara umum, hujan dengan durasi singkat diprediksi masih sering terjadi secara lokal di wilayah-wilayah dataran tinggi.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid































