BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mengungkapkan rencana pembangunan tanggul laut untuk menangani banjir rob di wilayah pesisir.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komitmen dengan Deputi 2 Badan Otorita Pengelola Pantura untuk segera memulai tahapan awal berupa survei dan penyusunan perencanaan teknis dalam waktu dekat.
“Ya, dalam waktu dekat akan dimulai survei dan kajian teknis sebagai langkah awal penanganan rob di wilayah pesisir,” katanya, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan proyek pembangunan tanggul laut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah berencana memanfaatkan material lokal, seperti sedimen pasir sungai yang diolah menjadi batako melalui kerja sama dengan perusahaan daerah, serta limbah padat hasil pembakaran batu bara dari PLTU.
Terkait lokasi pembangunan, terdapat dua opsi yang tengah dikaji, yakni di sepanjang garis pantai atau sekitar satu kilometer dari bibir pantai.
Menurut Faiz, penentuan lokasi akan disesuaikan dengan kebutuhan aliran air serta kondisi geografis di lapangan.
“Adapun wilayah yang menjadi prioritas penanganan meliputi lima desa yaitu Denasri Kulon, Denasri Wetan, Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kasepuhan,” katanya.
Ia menjelaskan panjang tanggul yang direncanakan mencapai sekitar 10 kilometer (km), dengan rincian menunggu hasil kajian teknis yang sedang disiapkan.
“Wilayah tersebut menjadi fokus utama karena terdampak cukup signifikan oleh banjir rob. Selain sebagai infrastruktur pengendali rob, tanggul laut tersebut juga dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai jalur lingkar yang dapat mendukung konektivitas wilayah,” katanya.
Faiz berharap langkah penanganan banjir rob ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid
































