PATI, Lingkarjateng.id – Bupati Pati, Sudewo, meninjau kondisi banjir yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Pati pada Jumat, 16 Januari 2026.
Lokasi banjir yang dikunjungi meliputi Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus; Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati; serta Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Jumat 16 Januari 2026.
Bupati mengatakan banjir yang terjadi di 84 desa berdampak pada ribuan rumah warga mengganggu aktivitas masyarakat dan akses transportasi.
Selain itu, Bupati menyebut banjir di Pati akibat luapan Sungai Juwana yang ranah penanganannya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Banjir ini disebabkan luapan Sungai Juwana, dan itu menjadi ranah kewenangan Kementerian PU, termasuk kemacetan parah di jalur Pantura akibat jalan rusak karena banjir,” terangnya.
Kemudian, banjir di Kecamatan Batangan dipicu bangunan jembatan yang terlalu rendah sehingga memperlambat aliran air.
Oleh karena itu, Bupati Pati secara terbuka meminta perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana di wilayah kepemimpinannya. Ia berharap Menteri PU menurunkan langsung jajaran teknis untuk melihat kondisi lapangan.
“Saya mohon sekali kepada Bapak Menteri PU, paling tidak menurunkan Dirjen SDA maupun Dirjen Bina Marga untuk mengecek langsung dan memberikan solusi melalui programnya,” ujarnya.
Menurutnya, olusi teknis seperti normalisasi sungai dan peninggian tanggul perlu dikaji secara menyeluruh.
Selain meninjau kondisi banjir, Bupati bersama rombongan juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Pati, dibantu TNI, Polri, PMI, relawan, serta berbagai elemen masyarakat, terus berupaya meringankan beban warga.
“Kondisi warga memang memprihatinkan. Ada yang mengungsi, ada yang bertahan di rumah. Kami berusaha hadir bersama relawan untuk membantu mereka,” ungkapnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat 62.179 jiwa dan 16.939 rumah terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Beberapa infrastruktur vital, termasuk sebagian jalan utama Gabus–Pati, direncanakan akan ditinggikan dengan beton sebagai langkah darurat.
Bupati menyampaikan Kepala BNPB dijadwalkan hadir di Pati untuk koordinasi penanganan pascabencana.
“Insya Allah dengan kehadiran BNPB dan dukungan kementerian terkait, penanganan banjir dan pemulihan infrastruktur bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa
































