BATANG, Lingkarjateng.id – Ruas jalan nasional Pantura Pekalongan-Batang-Plelen dipastikan akan dibeton sepanjang 17 kilometer (km) dengan nilai anggaran sekitar Rp251 miliar. Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ridwan Umbara. Ia menyebut kontrak pekerjaan paket preservasi jalan Pekalongan-Batang-Plelen telah ditandatangani pada pertengahan Desember 2025.
“Iya, kami sudah berkontrak tanggal 15 Desember kemarin untuk paket preservasi jalan PekalonganBatangPlelen dengan nilai sekitar Rp251 miliar,” katanya saat ditemui di Jalan Pantura Kabupaten Batang, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa dalam paket tersebut, penanganan utama berupa rekonstruksi perkerasan jalan dari aspal menjadi perkerasan beton atau rigid pavement.
Total panjang ruas jalan yang direkonstruksi mencapai 17 kilometer, dengan rincian sekitar 14 kilometer berada di wilayah Kabupaten Batang hingga ruas Batang-Kendal, serta 3 kilometer lainnya berada di wilayah Kota Pekalongan.
Ridwan menjelaskan, proyek saat ini telah memasuki tahap awal berupa survei lapangan dan pengukuran teknis.
“Kami sekarang sudah masuk tahap survei dan pengukuran, jadi teman-teman mungkin sudah melihat aktivitas di lapangan,” jelasnya.
Ia menyebut BBPJN menargetkan sebagian hasil penanganan jalan sudah dapat dirasakan masyarakat sebelum arus mudik Lebaran 2026. Salah satu prioritas awal adalah penanganan Jalan Jenderal Sudirman di wilayah Kota Batang.
“Di Jalan Sudirman akan kami tangani dulu sebagian sepanjang sekitar 700 meter. Selain itu, betonisasi juga akan dilakukan di tiga hingga empat titik strategis di ruas BatangKendal, dengan prioritas utama pada jalur menuju Semarang yang memiliki peran vital sebagai jalur mudik,” terangnya.
Menurut Ridwan, arah menuju Semarang menjadi fokus karena memiliki peran penting sebagai jalur utama arus mudik.
Untuk pekerjaan fisik, proyek ditargetkan mulai berjalan pada minggu ketiga Januari 2026 atau paling lambat akhir bulan.
“Target kami minggu ketiga Januari ini sudah mulai fisik, paling lambat akhir bulan,” ungkapnya.
Proyek betonisasi Jalan Pantura Pekalongan-Batang-Plelen ini merupakan proyek multiyears dengan durasi pekerjaan selama 18 bulan hingga Juli 2027.
“Betonisasi Jalan Pantura PekalonganBatang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan nasional terhadap beban lalu lintas berat yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Ruas tersebut dikenal memiliki intensitas kendaraan berat yang tinggi, terutama angkutan industri dan logistik,” harapnya.
Dengan konstruksi beton, umur layanan jalan diharapkan lebih panjang, mengurangi potensi kerusakan berulang, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mendukung pelaksanaan proyek selama masa konstruksi.
“Pemerintah pun meminta masyarakat untuk bersabar dan mendukung pelaksanaan proyek selama masa konstruksi berlangsung, mengingat pekerjaan tersebut bertujuan menjawab keluhan publik terkait kondisi Jalan Pantura yang kerap rusak,” pungkasnya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid





























