SALATIGA, Lingkarjateng.id – Fenomena anak-anak yang kecanduan gawai dan kurang bersosialisasi menjadi sorotan dalam kegiatan ‘Dewan Mengajar’ yang digelar di SMAN 3 Salatiga, Rabu, 16 Juli 2025. Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, mengajak para siswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar demi membentuk karakter sosial yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Ida menyampaikan bahwa perkembangan teknologi memang tak bisa dihindari, namun penggunaan gawai secara berlebihan dapat menggerus kemampuan anak-anak dalam bersosialisasi.
“Banyak anak sekarang yang lebih kenal tokoh-tokoh di media sosial ketimbang tetangga sendiri. Bahkan ada yang tidak kenal saudaranya, karena terlalu sibuk dengan HP. Ini fenomena yang perlu kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya menanamkan 7 kebiasaan anak hebat yang mencakup aspek spiritual, fisik, mental, sosial, dan disiplin waktu. Salah satunya adalah kebiasaan bersosialisasi yang kini makin jarang dilakukan pelajar akibat kecanduan teknologi.
Menurutnya, kebiasaan bersosialisasi dapat mencegah anak dari sikap apatis, rendah empati, dan kesulitan berkomunikasi. Ia juga menyoroti pola tidur buruk akibat begadang dengan ponsel yang membuat siswa lemas dan tidak fokus keesokan harinya.
“Masa remaja itu masa penting untuk mengenal orang lain, belajar kerja sama, dan membangun kepekaan. Jangan biarkan HP menghalangi anak untuk jadi pribadi yang peduli,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































