Batang (lingkarjateng.id) – Bupati Batang M Faiz Kurniawan menyampaikan guna mendukung percepatan pembangunan di 144 desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyalurkan bantuan keuangan (BanKeu) desa tahun 2026 senilai Rp 15,8 miliar.
Faiz mengatakan, sinkronisasi visi pembangunan dari tingkat kabupaten hingga desa penting dilakukan agar program pembangunan berjalan selaras.
“Kepala desa memiliki peran strategis sebagai pemimpin pemerintahan paling dekat dengan masyarakat sekaligus pemegang yurisdiksi di tingkat bawah,” kata Faiz saat rapat koordinasi BanKeu kepada pemerintah desa di Aula Bupati Batang, Selasa (19/5/2026).
“Saya tidak mungkin mengawasi wilayah seluas 85 ribu hektare dan melayani sekitar 850 ribu jiwa sendirian. Karena itu, visi kabupaten harus diterjemahkan dengan baik sampai ke tingkat desa dan masyarakat,” lanjutnya.
Dijelaskan total anggaran BanKeu desa tahun 2026 mencapai Rp 15,8 miliar. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp 4,8 miliar untuk 62 titik pembangunan dari total 236 titik yang telah disetujui.
Faiz pun meminta bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat. Ia juga menegaskan tidak ada pungutan apa pun dalam proses penyaluran BanKeu.
“Kalau ada yang mengatasnamakan bupati meminta uang terkait BanKeu, itu tidak benar. Saya pastikan tidak ada permintaan uang sepeser pun,” tegasnya.
Menurutnya, nominal bantuan yang diterima tiap desa berbeda-beda, mulai Rp 30-200 juta. Angka itu menyesuaikan kebutuhan pembangunan masing-masing wilayah.
Di tengah kondisi fiskal yang cukup menantang, kata dia, Pemkab Batang disebut tetap berupaya menjaga kesinambungan pembangunan meski transfer keuangan dari pemerintah pusat mengalami efisiensi hingga hampir Rp 240 miliar.
“Selain pembangunan fisik, Pemkab Batang juga mulai mengarahkan indikator penilaian desa pada aspek sumber daya manusia, khususnya tingkat pendidikan masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebut desa dengan angka putus sekolah paling rendah akan memperoleh penilaian lebih baik dalam berbagai program pemerintah. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan program Kejar Paket C gratis.
“Kami ingin kepala desa memanfaatkan program ini agar angka putus sekolah semakin rendah dan kualitas pendidikan masyarakat meningkat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Batang Akhmad Handy Hakim mengatakan terdapat 266 titik penerima BanKeu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Batang.
“Namun setelah melalui proses persetujuan, sebanyak 236 titik di 144 desa ditetapkan sebagai penerima bantuan keuangan,” jelasnya.***
Editor : Tim Redaksi
































