BLORA, Lingkarjateng.id – Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini, menilai banjir yang merendam 10 kecamatan di kabupaten setempat murni karena faktor alam atau cuaca ekstrim.
“Saya kira ini (banjir) emang faktor alam,” ujarnya usai mengadakan rapat terkait banjir di Ruang Rapat Wakil Bupati Blora, Rabu sore, 12 Mei 2025.
Ia menyebutkan bahwa penyebab terjadinya banjir yang melanda 10 kecamatan di Blora karena tersumbatnya saluran air dan luapan sungai.
“Banjarejo itu tersumbatnya saluran air. Lalu wilayah selatan (Kecamatan Kradenan, Kedungtuban) akibat luapan Sungai Wulung. Terakhir di Kecamatan Ngawen hingga Kunduran luapan Sungai Lusi,” terangnya.
Menurutnya, banjir saat ini tidak berkaitan dengan alih fungsi lahan hutan menjadi tanaman musiman seperti jagung.
“Saya kira ya ndak (tidak ada kaitannya), Blora kan ngga pernah seperti ini (banjir). Baru kali ini, dan ini terjadi tidak di Blora saja,” terangnya.
“Berapa sih hutan jati yang diambil untuk tanaman jagung, ndak seberapa,” imbuhnya.
Sri juga menyebutkan bahwa imbas banjir yang melanda 10 kecamatan mengakibatkan banyak infrastruktur rusak.
“Banyak jalan yang rusak, jembatan yang rusak, dan penanganannya sesuai dengan wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa banjir di 10 kecamatan telah berdampak kepada 1.610 kepala keluarga (KK).
Pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk berperan aktif memberi bantuan kepada warga terdampak.
“Untuk bantuan, kita mintakan untuk beberapa CSR. Dari dinas, nanti kita patungan bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid



































