BATANG, Lingkarjateng.id – Ady Arfian resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Batang periode 2026-2029. Ia pun dilantik pada Rabu malam, 28 Oktober 2026 di Aula Bupati Batang.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana. Acara ini juga turut dihadiri Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
Dalam sambutannya, Ady Arfian yang merupakan Pemimpin Redaksi Lingkarjateng.id menyatakan bahwa kepengurusan yang baru akan berupaya menjadikan PWI sebagai wadah kolaborasi bagi insan media dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kemajuan daerah.
Ia mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten Batang, organisasi, serta mitra dunia usaha untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama.
“Kami ingin PWI menjadi wadah kolaborasi untuk bekerja sama memajukan Kabupaten Batang. Saya berharap bersama teman-teman media, kita bisa saling mendukung dan membawa kemajuan demi Kabupaten Batang tercinta,” kata pria yang akrab disapa Ade Viant ini.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menjalin silaturahmi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang.
Ia berharap, sinergi yang terbangun dapat memperkuat peran pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan pesan kepada insan pers untuk menjaga hati nurani, integritas, dan akurasi pemberitaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI).
Faiz mengatakan, perkembangan teknologi akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja, termasuk profesi jurnalistik. Karena itu, wartawan perlu memperkuat kemampuan agar tidak sekadar mengandalkan kecepatan pengolahan informasi, tetapi juga pertimbangan etis dan nurani.
“Gunakan dan jaga terus hati nurani kita. Karena itulah yang akan membedakan kita dengan robot, karena itulah yang akan membedakan kita dengan artificial intelligence,” kata Faiz.
Mengutip data World Economic Forum, Faiz menuturkan 39 persen keterampilan inti akan berubah pada 2030. Selain itu, 92 juta peran pekerjaan diperkirakan tergantikan oleh teknologi, sementara 86 persen perusahaan meyakini AI dan big data akan mentransformasi bisnis mereka pada tahun yang sama.
Menurut Faiz, perubahan tersebut juga berpotensi memengaruhi dunia jurnalistik. Meski AI mampu membantu mengolah data dan mendeskripsikan peristiwa, wartawan tetap memiliki peran penting dalam menentukan sudut pandang pemberitaan dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan.
“Yang membedakan kita dengan artificial intelligence, dengan perkembangan teknologi, apa? Hati nurani,” ujarnya.
Faiz menambahkan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengawal pembangunan daerah. Oleh karena itu, kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan integritas dan tanggung jawab.
Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Batang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk insan pers. Pers berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengawasi kebijakan publik, serta memperkenalkan potensi daerah hingga tingkat nasional.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan pers sebagai mitra untuk menjaga transparansi dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik.
“Kita sedang membangun, kita sedang memperbaiki, dan kita sedang terus memperkuat ekonomi dan masyarakat. Kita juga sedang menjaga lingkungan serta membangun masa depan anak-anak kita. Semua itu membutuhkan transparansi, pengawasan yang sehat, dan tentu saja membutuhkan pers,” katanya.
Ia pun mengucapkan selamat kepada Ady Arfian beserta jajaran pengurus PWI Kabupaten Batang yang baru dilantik. Faiz berharap kepengurusan baru dapat memperkuat profesionalisme wartawan serta menjaga etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Saya berharap PWI Batang di bawah kepemimpinan yang baru ini dapat menjadi rumah bagi wartawan yang profesional, yang menjaga etika, dan selalu berintegritas,” ujarnya.
Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana berharap kepengurusan PWI Kabupaten Batang mampu memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi anggota organisasi maupun masyarakat.
“Tidak ada artinya kalau kita hanya bisa mengkritik tetapi tidak bisa menjadi part of the solution, tidak bisa menjadi bagian dari solusi,” kata Setiawan.
Menurutnya, pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, wartawan diharapkan tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghadirkan informasi yang mendorong penyelesaian persoalan masyarakat.
“Masyarakat butuh solusi, bukan hanya butuh sebuah viralitas,” ujarnya.
Sumber: Lingkar Network




























