BLORA, Lingkarjateng.id – Para pedagang terdampak kebakaran Pasar Induk Cepu, Kabupaten Blora, direlokasi sementara di sebelah blok D yang terbakar hangus. Selain itu, para pedagang juga digratiskan retribusi pasar hingga mendapatkan tempat yang tetap.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pasar pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindakop UKM) Kabupaten Blora, Margo Yuwono pada Jumat, 7 Februari 2025.
“Di salah satu loss kami kebetulan ada yang kosong. Sehingga pedagang sudah kami relokasi semua,” ujar Margo.
Sebelumnya, Dindakop UKM Blora juga mengungkapkan bahwa kebakaran Pasar Induk Cepu yang terjadi pada Minggu, 26 Januari 2025 lalu, mengakibatkan kerugian para pedagang sebesar Rp 3.113.000.000. Selain itu, Pemkab Blora juga mengalami kerugian aset sebesar Rp 168 Juta.
Margo menjelaskan bahwa pemindahan pedagang tersebut bersifat sementara agar mereka tetap dapat kembali berjualan. Selain itu, mereka juga dibebaskan dari penarikan retribusi.
“Semuanya kita bebaskan,” katanya.
Namun, Margo belum bisa memastikan lama waktu pembebasan retribusi yang diterima oleh para pedagang.
“Nanti kalau sudah ada keputusan yang pasti atau sudah dapat tempat yang tetap kita baru terapkan penarikan retribusi kepada mereka. Saat ini masih tanpa penarikan,” terangnya.
Lebih lanjut, Margo menyampaikan bahwa Dindakop UKM Blora telah memberikan bantuan kepada para pedagang terdampak kebakaran agar mereka dapat berjualan kembali.
“Kemarin juga kita beri santunan ke para pedagang yang menjadi korban. Terutama (bantuan) dari pihak kecamatan dan pihak lainnya,” pungkasnya. (Lingkar Network | Eko Wicaksono – Lingkarjateng.id)

































