Batang (lingkarjateng.id) – Korpolairud Baharkam Polri membangun Markas Komando Unit (Mako Unit) Ujungnegoro Ditpolairud Polda Jawa Tengah di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan, S.I.K., M.H., pada Rabu (19/8/2026).
Firdaus juga didampingi Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si., Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Dadan, S.H., M.H., serta Anjak Utama Bidang Polair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K.
Turut hadir Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol. Kobul Syahrin Ritonga, S.I.K., M.Si., Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., jajaran PJU Korpolairud Baharkam Polri, Bupati Batang, Camat Kandeman, Kades Ujungnegoro, serta instansi maritim di Batang.
Sebelum peletakan batu pertama, Firdaus bersama rombongan melakukan pengecekan lahan milik Korpolairud Baharkam Polri yang berada di kawasan Ujungnegoro. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 13,5 hektare.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi lahan, termasuk batas-batas aset milik Korpolairud Baharkam Polri. Hal itu diperlukan agar pembangunan Mako Unit Ujung Negoro sesuai dengan peruntukan dan berada di area yang telah ditetapkan.
Firdaus menekankan pentingnya keberadaan Mako Unit Ujung Negoro untuk mendukung tugas kepolisian di kawasan pesisir. Pembangunan markas itu tidak hanya dengan pengamanan aset Polri, tetapi juga bagian upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kehadiran Mako Unit Ujung Negoro ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas Polairud, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir dan perairan,” terang Firdaus dalam keterangannya yang diterima.
Diketahui, kawasan Ujungnegoro memiliki posisi strategis karena berada di wilayah pesisir yang berdekatan dengan objek wisata. Aktivitas masyarakat, nelayan, hingga wisatawan juga berlangsung di kawasan tersebut.
“Keberadaan personel Ditpolairud Polda Jateng di lokasi ini dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya.
Firdaus menyebut, kehadiran personel Ditpolairud Polda Jateng melaksanakan pemantauan di kawasan pesisir juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dengan masyarakat, khususnya para nelayan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kehadiran anggota Polairud dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain melakukan pengamanan, anggota juga harus membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat pesisir,” sebutnya.
“Pengawasan tersebut mencakup berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, termasuk kegiatan nelayan dan aktivitas wisata. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani,” lanjut Firdaus.
“Selain aspek keamanan, keberadaan markas tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan pemerintah daerah, instansi maritim, pemerintah desa, serta masyarakat,” imbuhnya.
Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan Mako Unit di kawasan pesisir Ujungnegoro diharapkan dapat tetap menjadi wilayah yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta pengembangan potensi wisata di Kabupaten Batang.***
Editor : Redaksi
































