Kudus (lingkarjateng.id) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengimbau masyarakat agar segera mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah makanan disajikan.
Pasalnya, makanan yang dibiarkan terlalu lama berpotensi terkontaminasi bakteri dan menyebabkan keracunan makanan.
Menurut Hakam, makanan siap saji memiliki kadar kelembaban yang cukup tinggi sehingga menjadi sarana yang baik bagi pertumbuhan kuman maupun bakteri.
“Makanan kan lembab jadi itu media yang baik untuk kuman berkembang,” ujarnya, ditemui pada Jum’at (8/5/2026).
Ia menjelaskan, batas aman makanan untuk dikonsumsi berada pada rentang waktu maksimal empat jam setelah disajikan.
Jika melebihi waktu tersebut, risiko pertumbuhan bakteri akan semakin tinggi. “Sebelum empat jam harus segera dikonsumsi,” katanya.
Hakam menambahkan, bakteri seperti Escherichia colli (E.coli) dapat tumbuh pada makanan yang tidak segera dimakan atau disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Kondisi itu dapat memicu gangguan kesehatan seperti diare, muntah hingga keracunan makanan.
“Jika disajikan pagi, ya segera dimakan. Jangan dimakan saat sore karena berpotensi tinggi sudah terkontaminasi bakteri,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kudus juga mengingatkan pihak sekolah maupun penerima MBG agar memperhatikan kebersihan makanan dan tempat penyimpanan.
Selain itu, makanan yang sudah berubah bau, rasa maupun tekstur disarankan tidak lagi dikonsumsi demi mencegah risiko gangguan kesehatan ***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Redaksi






























