PATI, Lingkarjateng.id – Memasuki hari kedua pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) nelayan penerima BBM bersubsidi, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati bersama tim gabungan turun langsung ke tengah laut untuk mendata kapal-kapal nelayan jenis Jaring Tarik Berkantong (JTB) di perairan Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Jumat, 26 Juni 2026.
Pendataan dilakukan dengan pendampingan personel Polairud Polresta Pati, Pos TNI AL Banyutowo, koordinator nelayan, serta pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Metode tersebut dipilih karena sebagian besar kapal sedang bersandar di area labuh sekitar dua mil dari bibir pantai sehingga lebih efektif dilakukan langsung di lokasi.
Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan melalui Kasubnit Binmas Air Aipda Edi Riyanto mengatakan pelaksanaan hari kedua berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari para nelayan.
“Hingga siang hari, dari total 359 kapal yang menjadi sasaran verval, sebanyak 104 kapal telah selesai diverifikasi dan divalidasi,” sebutnya.
Sementara 56 kapal atau barcode telah dicabut karena ditemukan ketidaksesuaian data.
“Masih ada 199 kapal yang akan diverifikasi pada tahapan berikutnya,” imbuhnya.
Hari Pertama Verval Nelayan Banyutowo Berjalan Lancar, DKP Pati Bidik Kenaikan PAD TPI
Menurut Edi, pencabutan barcode dilakukan bukan semata-mata karena pelanggaran, tetapi mayoritas disebabkan perubahan kepemilikan kapal, seperti diwariskan kepada anak, dialihkan kepada anggota keluarga, dijual, atau kapal sudah rusak dan tidak lagi beroperasi.
“Nantinya pemilik yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan kembali barcode baru sesuai prosedur. Semua akan diverifikasi bersama UPP Kelas III Juwana dan DKP sesuai ketentuan yang berlaku,” bebenya.
Ia menambahkan, proses pendataan di lapangan berlangsung lebih cepat karena para nelayan telah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sebelum tim datang.
“Nelayan sangat antusias. Mereka sudah menunggu di atas kapal masing-masing sambil membawa e-Pass kecil dan KTP, sehingga petugas tinggal berpindah dari satu kapal ke kapal lainnya untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Ketua (Kelompom Usaha Bersama) KUB Mina Lestari sekaligus Ketua Paguyuban Kapal JTB Banyutowo, Sugiyono mengapresiasi pelaksanaan verval yang dinilai semakin transparan berkat keterlibatan Polairud dan TNI AL.
Dari 23 kapal anggota KUB Mina Lestari dengan lebih dari 100 nelayan, sebagian besar telah mengikuti proses pendataan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Harapan kami, verval ini mampu mengantisipasi manipulasi data sehingga tidak ada lagi kecurangan. Dari proses ini mulai terlihat kapal-kapal yang sebenarnya sudah tidak ada atau datanya tidak sesuai. Kalau datanya bersih, subsidi BBM benar-benar diterima nelayan yang berhak,” paparnya.
Ia menambahkan seluruh armada anggota KUB Mina Lestari merupakan kapal di bawah 10 GT, mulai dari 1 GT hingga 6 GT, sehingga berhak mengikuti program subsidi BBM pemerintah.
“Dengan pendataan yang akurat dan pengawasan lintas instansi, diharapkan penyaluran subsidi semakin tepat sasaran sekaligus mendukung tata kelola perikanan tangkap yang lebih tertib,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar





























