KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memastikan pemerintah mengupayakan membantu peternak ayam petelur yang terancam merugi akibat harga anjlok.
Bupati Tika menyampaikan harga telur anjlok bukan dipengaruhi operasional dapur program makan bergizi gratis (MBG) yang sedang libur operasional. Ada beberapa faktor yang terjadi bersamaan. yang dinilai memicu harga jual telur merosot.
Menurutnya, daya beli masyarakat cenderung turun khususnya memasuku bulan Muharam. Pada bulan ini penyelenggaraan hajatan minim sehingga permintaan telur oleh masyarakat ikut berkurang.
“Kemudian populasi ayam petelur di Kabupaten Kendal terus bertambah sehingga produksi telur meningkat cukup signifikan. Ketika produksi melimpah sementara permintaan menurun, harga telur pun ikut tertekan,” jelasnya.
Untuk membantu serapan hasil produksi telur, Pemkab Kendal bakal rutin menggelar bazar telur dengan harga terjangkau di Alun-Alun Kendal.
“Insyaallah ini akan terjadwal. Khususnya pasar murah telur setiap hari Jumat. Harapannya ini bisa mendongkrak harga sekaligus meningkatkan penjualan telur di Kabupaten Kendal,” ucapnya.
Pemkab Kendal juga berupaya meringankan beban biaya produksi peternak yang saat ini menghadapi tingginya harga pakan.
Bupati mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram bagi peternak.
“Dengan adanya SPHP jagung ini diharapkan biaya pakan dapat ditekan sehingga peternak tetap bisa bertahan di tengah rendahnya harga telur,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























