SEMARANG, Lingkarjateng.id – Penentuan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2025 mengalami pergeseran untuk mendukung program-program prioritas pemerintah pusat.
Dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng bersama Gubernur Ahmad Luthfi, disepakati bahwa sebagian besar pagu APBD Perubahan tahun ini dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi hal itu, anggota Komisi C Fraksi PKS DPRD Jateng, Muhammad Afif, mengungkapkan bahwa penguatan sektor infrastruktur memerlukan penambahan anggaran yang signifikan.
“Dengan menggeser anggaran ke infrastruktur, otomatis ada penambahan bagi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jawa Tengah,” jelasnya pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Afif menyebut, tambahan anggaran bagi DPUBMCK mencapai ratusan miliar rupiah. Dana tersebut diarahkan untuk belanja sarana dan prasarana (sarpras) jalan raya, ketahanan pangan, serta perbaikan infrastruktur pedesaan dan pertanian.
“Anggaran infrastruktur ini sudah diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk pembangunan infrastruktur desa dan pertanian,” ujarnya.
Meski demikian, Afif mengingatkan agar DPUBMCK memanfaatkan tambahan anggaran tersebut dengan tepat sasaran.
“Harapannya dengan tambahan anggaran ini benar-benar dikucurkan sesuai peruntukan. Jangan sampai ada penyelewengan. Gunakan anggaran untuk kegiatan yang benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Afif menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat alokasi tambahan anggaran terbesar sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat. Sementara itu, anggaran untuk publikasi dipastikan tidak mengalami perubahan.
“Jadi selain infrastruktur, untuk APBD Perubahan tahun ini paling banyak memang bergeser ke MBG. Secara keseluruhan Banggar memutuskan tidak ada kenaikan signifikan, hanya pergeseran untuk mendukung prioritas tersebut,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid





























