Semarang (lingkarjateng.id) – Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang investigasi penanganan medis atlet pencak silat Ayudiah Rivana Tridiandinita yang meninggal dunia usai menjalani operasi jari di RS Primaya Semarang.
Anang bahkan mendorong dilakukannya audit medis atau audit bedah kasus untuk memastikan penyebab kematian atlet tersebut. Langkah ini diperlukan guna mengetahui apakah terdapat dugaan pelanggaran prosedur medis dalam penanganan korban.
“Khusus mengenai kasus Ayudiah, kita masih meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi. Kalau perlu, dilakukan audit bedah kasus,” kata Anang kepada awak media, Jumat (30/10).
Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan mengenai kemungkinan adanya pelanggaran medis dalam penanganan atlet yang mengalami cedera saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 tersebut.
“Kita sama-sama belum ada jawaban apakah ini ada pelanggaran-pelanggaran secara medis atau bagaimana. Jadi sementara ini kita tunggu dulu, biar berproses,” ujarnya.
Anang meminta Dinkes segera melakukan klarifikasi dengan meminta keterangan dari rumah sakit yang menangani Ayudiah.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai proses penanganan medis hingga korban meninggal dunia. Ia menilai, rentetan insiden yang menimpa atlet selama Porprov harus menjadi perhatian serius.
Terlebih, terdapat dua kasus kematian atlet, yakni atlet diving asal Jepara dan atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana. “Kita tentu sangat prihatin. Paling tidak, kasus-kasus seperti ini harus betul-betul dimitigasi. Jangan sampai muncul pertanyaan apakah olahraga sekarang ini sudah tidak aman,” tegasnya.
Menurut Anang, setiap cabang olahraga memang memiliki risiko cedera. Namun, penyelenggara tetap harus memastikan adanya aturan dan standar keselamatan yang melindungi atlet selama mengikuti pertandingan.
“Jadi memang beberpa cabang olahraga memiliki risiko masing-masing, tapi ini harus dibarengi dengan kesiapan mitigasi untuk mencegah hal yqng tidak diinginkan,” katanya. (Lingkar Network/Syahril).***
Editor : Ady Arfian





























