DEMAK, Lingkarjateng.id – Walimachi Foundation bersilaturahmi dengan DPRD dan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) untuk membahas terkait program penyediaan tenaga magang ke Jepang pada Selasa, 24 Juni 2025.
Jepang menjadi merupakan negara industri yang memberi peluang besar bagi tenaga-tenaga dari Indonesia, khususnya yang memiliki keterampilan khusus. Jumlah serapan itu dari waktu ke waktu semakin meningkat, bahkan peluangnya semakin terbuka.
Salah satu lembaga yang telah menjadi partner penyediaan tenaga kerja adalah Walimachi.
Founder Walimachi Demak, Zofi Abdul Kariem, yang juga alumni Jepang, mengatakan bahwa pihaknya semakin optimis dengan kerja sama yang telah dijalaninya.
‘’Sampai tahun ini Walimachi telah mengirim 400 tenaga magang, dan sekarang sedang mempersiapkan 600 lagi untuk menjalani pendidikan,’’ ujarnya.
Zofi mengungkapkan bahwa selama kurang lebih empat tahun Walimachi beroperasi, sekitar 400 tenaga magang telah dikirim ke Jepang. Namun, dari jumlah itu tidak semua berasal dari Demak. Pasalnya, jika hanya mengandalkan pendaftar dari Demak jumlahnya sangat minim.
“Meski kami putra Demak, dan Walimachi juga berkantor di Demak, kerja sama yang sudah terjalin justru dari luar semua, seperti dengan Ma’arif Kudus,” terang Zofi.
Zofi dan timnya mengapresiasi sambutan Ketua DPRD Demak yang turut melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerind) Demak dalam silaturahmi tersebut.
Ketua DPRD Demak, Zainul Fatta, menyambut baik dan mendukung penuh program yang digalakkan Walimachi.
“Ini luar biasa, jadi bukan hanya mendukung, tetapi potensi-potensi seperti ini (Walimachi) harus kita openi. Ini aset kita, aset Demak, jadi saya ingin berterima kasih, menyampaikan apresiasi dedikasi yang elok dari mereka,’’ ujar Zainul yang juga Ketua DPC PKB Demak itu.
Menurut tokoh muda yang kini menjadi orang nomor satu di jajaran DPRD Demak itu, prakarsa terobosan seperti yang dilakukan Walimachi perlu dikembangkan. Kalau perlu, tambahnya, dijajaki adanya kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas-dinas terkait.
“Bukan hanya dengan Dinnakerind, tetapi sinergi dengan Dinas Pendidikan, juga Dinas Pariwisata dapat dilakukan,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, Zainul mendorong terobosan yang sudah dilakukan Walimachi dapat dijadikan pilot proyek di bidang yang lain.
“Sekali lagi, ini keren. Karena itu saya pesan jaga kualitas, dan performa yang sudah diraih, jangan cepat berpuas diri, tetapi lebih fokus dan bersungguh-sungguh. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh insyaallah pasti berhasil,’’ katanya.
Kepala Dinnakerind Demak, Agus Kriyanto, merespons positif beberapa hal yang berkembang saat dialog pada pertemuan tersebut.
“Saya surprised dan gembira dengan pertemuan ini, semoga ke depan dapat dibangun sinergi yang lebih baik lagi,” kata Agus Kriyanto.
Menanggapi pernyataan Ketua DPRD Demak, Aagus berjanji akan menindaklanjuti secara maksimal. Agenda terdekat yang akan dilakukan Walimachi adalah melakukan seleksi calon peserta magang di Jepang.
Pelaksanaan kegiatan akan digelar bulan Juli mendatang, sekaligus menjadi program bersama antara Walimachi dengan Dinnakderind Kabupaten Demak dan IM Japan. Momentum tersebut sekaligus menjadi babak baru yang diharapkan ke depan dapat memberikan kontribusi penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
“Saat ini sudah ada 600 peserta yang mendaftar dan siap mengikuti selesai. Dari 600 tersebut akan dipilih 200 saja untuk menjalani pelatihan,’’ kata tim Walimachi, Hartono.
Program ini sekaligus menjadi andalan dan terobosan Walimachi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak. Nantinya, Dinnakerind akan ikut terlibat dalam setiap tahapan, termasuk melakukan monitoring.
‘’Dinnakerind akan bersungguh-sungguh mengawal program ini, karenanya tahapan-tahapan yang ada akan dilakukan pendampingan, termasuk monitoring secara konkret akan dilakukan,’’ ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial Dinnakerind Demak, Wahyu Agus Suroso.
Editor: Rosyid






























