Blora (lingkarjateng.id) – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Blora, berupaya memperluas edukasi kanker hingga pelosok desa. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pentingnya deteksi dini kanker.
Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Oncodoc. Aplikasi tersebut dapat digunakan masyarakat sebagai sarana skrining awal untuk mengenali risiko kanker.
Ketua YKI Cabang Blora, Supandi Hasan, mengatakan edukasi kanker perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perluasan edukasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dari mulai fasilitas kesehatan, baik Puskesmas dan Rumah Sakit (RS), lalu organisasi perempuan, komunitas masyarakat, hingga kader kesehatan di tingkat desa.
“Kami ingin edukasi menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, melalui kolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit, organisasi perempuan, komunitas, dan kader kesehatan,” ujar Hasan di RSUD Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (27/10/2026).
Selain memberikan edukasi, YKI Blora juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan skrining kanker sesuai usia hingga faktor risiko masing-masing warga. “Pemeriksaan juga perlu disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan,” katanya.
Guna mendukung upaya itu, YKI Blora mengenalkan aplikasi Oncodoc yang tersedia di App Store dan Play Store. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan skrining awal secara mandiri.
“Kami juga ingin mendorong masyarakat memanfaatkan layanan skrining kanker sesuai usia, faktor risiko, dan rekomendasi tenaga kesehatan,” katanya.
“Kami punya aplikasi bernama Oncodoc, yang nantinya bisa menjadi instrumen skrining mandiri,” imbuh Hasan.
Hasan juga mengingatkan penggunaan aplikasi digital tidak bisa menggantikan pemeriksaan medis secara langsung. Hasil skrining mandiri bukan diagnosis resmi yang menentukan seseorang menderita kanker atau tidak.
Sehingga, masyarakat tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing.
Pelaksanaan program edukasi dan skrining ini nantinya dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Blora dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Koordinasi tersebut diharapkan membuat program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pelaksanaannya akan kami koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Blora dan fasilitas kesehatan, agar program tepat sasaran, berkelanjutan, dan dibutuhkan masyarakat,” katanya.
“Menurut saya, kuncinya adalah edukasi yang benar dan pendekatan humanis,” ucapnya.
Melalui edukasi langsung, kerja sama lintas sektor, dan pemanfaatan teknologi digital, YKI Blora berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































