Semarang (lingkarjateng.id) – Tiga anak harimau Benggala menjadi daya tarik baru bagi pengunjung Semarang Zoo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hadirnya dua anak harimau jantan dan seekor betina itu menambah pilihan wisata edukasi bagi keluarga, terutama saat akhir pekan.
Ketiga anak harimau tersebut merupakan hasil perkawinan harimau jantan bernama Rangga dan betina bernama Manis.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberi nama Nara untuk anak harimau betina, serta Lawang dan Semar untuk dua anak harimau jantan. Nama Nara diambil dari kata Pandanaran, Lawang merujuk pada Lawang Sewu, sedangkan Semar diambil dari nama Kota Semarang.
Pemilihan nama yang terinspirasi dari identitas Kota Semarang itu diharapkan dapat memperkuat daya tarik Semarang Zoo sebagai destinasi wisata keluarga sekaligus sarana edukasi konservasi satwa.
Koordinator Bidang Konservasi dan Dokter Satwa Semarang Zoo, Yudi Ardianto, mengatakan ketiga anak harimau tersebut kini berusia sekitar dua setengah bulan dan dalam kondisi sehat.
“Ketiga anak harimau saat ini dalam kondisi sehat. Pola perawatannya memadukan pengasuhan dari induk dengan pendampingan tim kiper atau perawat satwa,” jelas Yudi, Senin (19/10).
Ia menjelaskan, kelahiran ketiga anak harimau tersebut merupakan bagian dari program pertukaran satwa, hibah satwa, atau breeding loan yang dijalankan pihak Semarang Zoo sekitar satu setengah tahun lalu.
“Program ini dilakukan melalui pertukaran satwa untuk mendukung pengelolaan konservasi dan memperbaiki kemurnian genetik spesies,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Konservasi Semarang Zoo, Icha Aurelia, menjelaskan sejumlah tarif tiket masuk dan aktivitas wisata yang dapat dinikmati pengunjung.
“Harga tiket masuk Semarang Zoo sekarang Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 saat akhir pekan. Kalau ingin berinteraksi dengan anak harimau sekaligus berfoto bersama, tiketnya Rp10.000,” kata Icha.
Ia menambahkan, pengunjung yang ingin mencoba aktivitas menunggang unta atau kuda dikenai tarif Rp20.000 untuk dua putaran.
Menurut Icha, tiket interaksi dengan anak harimau dialokasikan sebagai biaya konservasi. Sementara itu, aktivitas memberi makan satwa herbivora menjadi bagian dari pengembangan layanan wisata di Semarang Zoo.
“Untuk feeding herbivora, tiketnya Rp10.000. Sedangkan biaya konservasi untuk foto bersama burung kakatua dan bayan di area Aves Garden bersifat sukarela,” terangnya.
Pihak Semarang Zoo berharap berbagai pembenahan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pengunjung. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan menjelang pergantian tahun 2026 ke 2027.
“Kami mohon doa dari para pemerhati dan pecinta satwa serta seluruh warga Kota Semarang. Mudah-mudahan harapan kami agar Semarang Zoo semakin baik dan siap menyambut pengunjung bisa tercapai,” pungkasnya. (Lingkar Network/Syahril).***
Editor : Adi Arfian




























