SEMARANG, Lingkarjateng.id – Uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di 10 daerah di Jawa Tengah perlu dibarengi evaluasi yang ketat. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menegaskan perubahan metode penyajian MBG tidak boleh sekadar menjadi inovasi pelayanan.
“Perubahan pola penyajian tentu perlu diuji dan dievaluasi secara menyeluruh. Yang paling penting, makanan yang diterima anak-anak tetap bergizi, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menilai, masa uji coba selama sekitar dua pekan harus dimanfaatkan untuk mengukur efektivitas sistem tersebut. Baik kebersihan peralatan, pengendalian porsi, ketepatan waktu penyajian, dan kemampuan petugas melayani siswa. Lalu, mempertimbangkan kondisi tiap sekolah terutama durasi istirahat siswa.
“Jangan sampai perubahan metode justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Kesiapan fasilitas, petugas, dan pengaturan waktu harus diperhitungkan agar anak-anak tetap bisa makan dengan nyaman,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu turut mendorong BGN melibatkan siswa, guru, dan pengelola sekolah dalam evaluasi. (Adv)

Editor: Sekar






























