KUDUS, Lingkarjateng.id – Sekitar 570 pelari dari berbagai wilayah Indonesia hingga peserta mancanegara ambil bagian dalam Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di kawasan Pegunungan Muria, Kudus.
Kategori 50 kilometer dengan batas waktu penyelesaian atau cut off time (COT) 18 jam dilepas Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dari Djolo Ecopark, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Pelaksanaan UTMM tidak hanya menjadi ajang olahraga lari lintas alam, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Kudus.
Para peserta mendapat kesempatan melintasi kawasan Pegunungan Muria sekaligus menikmati lanskap alam yang menjadi salah satu daya tarik wisata daerah tersebut.
Bupati Sam’ani mengatakan kehadiran pelari dari berbagai daerah dan negara dapat menjadi sarana memperluas promosi wisata Kudus.
“Ini kesempatan yang baik untuk mengenalkan keindahan Pegunungan Muria dan potensi wisata Kabupaten Kudus. Kami ucapkan selamat datang para peserta dari berbagai daerah dan mancanegara bisa melihat langsung keindahan alam yang kita miliki,” ujar Sam’ani.
Dengan jarak tempuh 50 kilometer dan waktu maksimal 18 jam, Sam’ani meminta aspek keselamatan menjadi perhatian selama perlombaan.
“50 kilometer 18 jam, keselamatan dan keamanan peserta harus menjadi perhatian. Kami minta seluruh peserta mengikuti ketentuan dan arahan panitia sehingga kegiatan dapat berjalan lancar sampai selesai,” lanjutnya.
Selain keselamatan, Sam’ani juga meminta peserta dan penyelenggara menjaga kebersihan selama perlombaan, terutama di sepanjang lintasan yang dilalui para pelari.
“Silakan menikmati keindahan alamnya, tetapi jangan meninggalkan sampah. Kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Menurut Sam’ani, kegiatan olahraga berbasis alam seperti UTMM memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari sport tourism di Kabupaten Kudus.
Selain memberikan pengalaman berolahraga di kawasan pegunungan, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi memperkenalkan destinasi wisata lokal kepada peserta dari luar daerah maupun mancanegara.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menggelar UTMM 2026 di kawasan Pegunungan Muria.
“Terima kasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan UTMM bisa terus dilaksanakan di Kudus dan semakin berkembang. Kami tentu menyambut baik kegiatan yang bisa mengenalkan Kudus sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid































