PATI, Lingkarjateng.id – Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, turut meninjau kondisi siswa yanga mengalami gejala keracunan diduga karena menu makanan program Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 9 September 2026.
Saat itu dilaporkan sekitar 200 siswa SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati mengalami mual, pusing, muntah hingga diare. Para korban kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk ditangani petugas kesehatan.
Menurutnya, kondisi kesehatan para siswa harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan diminta memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh siswa yang mendapatkan perawatan.
Untuk masalah biaya, Bandang menyebutkan bahwa pengobatan terhadap korban akan ditanggung pemerintah.
“Kami pastikan tidak ada biaya, pokoknya jangan pulang dulu. Kalau ada apa-apa lapor ke kami,” ujarnya, Jumat, 12 September 2026.
Di sisi lain, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala keracunan makanan telah mendapat penanganan.
Pihaknya akan memonitor progres penanganan kasus keracunan massal ini dan memastikan pemerintah ikut menanggung biaya pengobatan.
“Menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” ujarnya, Rabu, 9 September 2026. (adv)
Jurnalis: Arif Febriyanto/Lingkar Network
Editor: Ulfa





























