KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026 yang diikuti 85 kontingen menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Ambarawa, Minggu, 30 Agustus 2026.
Pawai tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-321 Kecamatan Ambarawa. Kegiatan diawali dari Lapangan Panglima Besar Sudirman, kemudian melintasi Jalan Pemuda, Tugu Tank, Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Projo, dan Jalan Sutomo, sebelum berakhir di Alun-Alun Tambakboyo Ambarawa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus mengingat kembali perjuangan para pahlawan.
“Temanya adalah Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026. Tujuannya jelas ya, yaitu untuk menciptakan dan menambah rasa cinta kepada Tanah Air ini utamanya di HUT-nya yang ke-81 tahun ini,” katanya.
Menurut Wiwin, pemilihan Ambarawa sebagai lokasi pawai memiliki nilai historis. Pasalnya, kawasan tersebut dikenal memiliki Monumen Palagan Ambarawa yang menjadi salah satu penanda sejarah perjuangan kemerdekaan di Kabupaten Semarang.
“Apalagi di Ambarawa ini ada Monumen Palagan Ambarawa yang dikenal dengan lokasi wisata sejarah yang terjadi di Ambarawa, Kabupaten Semarang ini,” katanya.
Ia mengatakan, dari total 85 kontingen, sebanyak 44 merupakan peserta mobil hias. Kemudian 23 kontingen berasal dari BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), dan komunitas yang tampil dalam kelompok pejalan kaki.
Sementara itu, peserta dari kalangan pelajar terdiri atas 10 kontingen jenjang SMP dan SMA serta delapan kontingen dari tingkat TK dan SD. Peserta lainnya berasal dari unsur desa dan kelurahan di Kabupaten Semarang.
“Dan kemeriahan pawai tahun ini jelas sekali terpancar dari antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, hingga komunitas lokal yang ikut bersama-sama memeriahkan jalannya pawai di tingkat Kabupaten Semarang ini,” bebernya.
Wiwin menilai keberagaman peserta menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Mereka menampilkan kreativitas sekaligus potensi daerah melalui parade pembangunan dan budaya.
“Sehingga, selain menjadi wujud kreativitas dan pelestarian budaya yang ada, kegiatan pawai di tingkat Kabupaten Semarang ini juga diharapkan dapat terus memantik kreativitas warga Kabupaten Semarang dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.
Ia menekankan pembangunan daerah perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan tradisi serta nilai-nilai budaya. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus menjaga identitas daerah.
Pawai Pembangunan dan Budaya juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Karena menjadi agenda tahunan Pemkab Semarang, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong kunjungan wisatawan ke wilayah Ambarawa dan Kabupaten Semarang secara umum.
“Intinya adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan kreativitas kita, tetapi dengan tetap berfokus pada pembangunan dan melestarikan budaya. Ini adalah wujud kreativitas kita dalam mencintai tanah air di saat ini,” pungkasnya.
Ribuan warga terlihat memenuhi sejumlah titik di sepanjang rute parade. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang juga hadir menyaksikan kegiatan dan menyambut para peserta.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid






























