Demak (lingkarjateng.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak telah menyalurkan sebanyak 216 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di tiga wilayah kecamatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Demak, Suprapto, mengatakan kekeringan saat ini telah berdampak pada 13 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Mranggen, Demak, Gajah, dan Karanganyar.
“Di Demak sampai saat ini yang sudah dalam penanganan ada sekitar 13 desa di empat kecamatan, yaitu Mranggen, Demak Kota, Gajah, dan Karanganyar,” ujar Suprapto, Jumat (28/8).
Menurutnya, dampak musim kemarau panjang menyebabkan ini membuat sejumlah sumber air warga mengalami penurunan hingga tidak lagi mengeluarkan air. Pamsimas yang selama ini diandalkan sumber air dari sungai maupun sumur juga mengering.
“Permasalahannya, tidak ada hujan, kemudian sumber mata air dan Pamsimas yang bahan bakunya dari sungai maupun sumber sumur dangkal dan dalam sudah tidak mengeluarkan air,” ungkapnya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Demak telah melakukan distribusi air bersih sejak awal Agustus 2026. Hingga saat ini, sebanyak 216 tangki air bersih telah disalurkan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
“Upaya dari kami, kami sudah melakukan dropping air bersih, sejak awal Bulan Agustus sampai saat ini sudah mendistribusikan sebanyak 216 tangki,” katanya.
Sementara itu, stok yang masih tersedia di BPBD diperkirakan sekitar 200 tangki. Namun, dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, stok tersebut diperkirakan hanya mampu bertahan hingga sekitar pertengahan September.
“Dengan sisa stok saat ini yang masih di kisaran 200 tangki, paling sekitar 20 September sudah habis,” katanya.
Ia mengatakan, kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus meningkat apabila kemarau panjang masih berlangsung. Pihaknya mengharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga, organisasi, serta BUMN dan BUMD, untuk mengatasi krisis air bersih.
“Dengan adanya kemarau yang panjang ini, jelas nantinya akan mengalami kekurangan untuk stok anggaran. Kami minta partisipasinya dari semua lembaga, organisasi, maupun BUMN dan BUMD untuk guyub rukun membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih,” harapnya.
Lebih lanjut, pasokan air bersih yang digunakan BPBD saat ini berasal dari PDAM melalui kerja sama yang telah disepakati. Selain itu, BPBD juga menyiapkan sumber air alternatif berupa sumur artetis yang berada di belakang kantor BPBD Demak.
“Pasokan air bersih yang disalurkan BPBD kepada warga itu dari PDAM. Kami sudah MoU dengan PDAM. Selain dari PDAM, kami juga memiliki cadangan sumur artetis di belakang kantor,” jelasnya.***
Jurnalis : Burhan
Editor : Redaksi































