PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, menyerukan ajakan evaluasi pelayanan dan pembangunan yang lebih baik.
Seruan tersebut disampaikan Sukirman saat memimpin upacara hari jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan yang mengambil tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati Bangun Negeri”.
Menurut Sukirman, angka 404 bukan sekadar simbol usia, melainkan cermin kematangan daerah untuk terus berkembang dan belajar dari masa lalu.
“Titik tekannya adalah tentu saja merefleksi yang tahun kemarin. Kita berhasil meraih prestasi tentu kita tingkatkan, hal-hal yang kurang tentu akan kita perbaiki,” ujar Sukirman, Selasa, 25 Agustus 2026.
Salah satu fokus perbaikan yang paling ditekankan adalah aspek integritas seluruh aparatur pemerintah. Kemampuan beradaptasi, kinerja, loyalitas, serta kemampuan menjaga diri dari praktik-praktik yang melanggar hukum menjadi hal yang paling utama diperkuat.
Untuk itu, Pemkab Pekalongan telah membentuk tim khusus pengawasan integritas, serta melakukan berbagai upaya sosialisasi dan kampanye nilai-nilai integritas, termasuk melalui lomba-lomba edukasi antikorupsi.
Secara makro, kondisi ekonomi daerah menunjukkan tren positif, diantaranya pertumbuhan ekonomi naik, tingkat pengangguran dan angka kemiskinan juga mengalami penurunan. Namun demikian, persoalan infrastruktur masih menjadi tantangan terbesar yang harus segera diatasi.
Sukirman menegaskan, perbaikan infrastruktur sudah mulai dikerjakan pada tahun 2026, dan tahun 2027 akan ditetapkan sebagai tahun fokus pembangunan infrastruktur.
Di samping itu, Pemkab juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM serta penataan pusat-pusat perdagangan di Kajen, Kedungwuni, dan kawasan Pekan Raya.
Penataan tarif akan disesuaikan dengan Peraturan Daerah agar transparan, adil, dan tidak membebani pelaku usaha. Peningkatan keterampilan masyarakat juga akan diperkuat melalui pengaktifan kembali Balai Latihan Kerja serta berbagai pelatihan di masing-masing dinas dan badan.
“404 tentu ini usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa begitu. Tentu ini menjadi refleksi kita dari para pimpinan-pimpinan yang dulu. Inspirasinya apa, itu yang bisa kita tindak lanjuti bersama. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana merefleksi perjalanan satu tahun kemudian untuk kita tingkatkan lagi dan terus kita tingkatkan lagi,” tuturnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























