BATANG, Lingkarjateng.id – Tangis duka belum usai, perjalanan mengantar jenazah anak justru berubah menjadi petaka. Pasangan suami istri (pasutri) Mulyana (50) dan Giyati (50) tewas setelah ambulans yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan beruntun di Tol Batang-Semarang KM 379+900, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Rabu, 19 Agustus 2026 dini hari.
Pasutri itu merupakan penumpang Suzuki APV ambulans bernomor polisi D-1142-AFZ yang melaju dari arah Jakarta menuju Semarang. Tidak hanya pasutri itu, seorang kerabat keduanya yakni Tekat Susanto (48) juga ikut menjadi korban.
Kecelakaan bermula ketika ambulans yang membawa para korban melaju di ruas tol dalam kondisi jalan lurus dan permukaan beton yang baik. Cuaca saat itu cerah, sementara arus lalu lintas terpantau sedang.
Sesampainya di KM 379+900, ambulans diduga kurang berkonsentrasi sehingga menabrak bagian belakang samping kanan truk Hino bak besi bernomor polisi BE-8501-PV yang berada di depannya.
Benturan membuat ambulans bergerak ke kanan. Kendaraan tersebut kemudian menabrak bagian samping kiri Toyota Innova G-1480-BK yang melaju di lajur kanan dengan arah yang sama.
“Korban meninggal dunia sebanyak tiga orang,” kata Kasatlantas Polresta Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah, mewakili Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono melalui keterangan yang diterima Jumat, 21 Agustus 2026.
Benturan antara ambulans dan kendaraan lain itu juga menyebabkan roda cadangan yang berada di truk Hino terlepas. Roda tersebut kemudian terpental ke belakang dan menghantam bagian depan Toyota Avanza B-2058-UQR yang melaju searah di belakang ambulans.
Rangkaian benturan itu akhirnya melibatkan empat kendaraan sekaligus, yakni Suzuki APV ambulans, truk Hino, Toyota Innova, dan Toyota Avanza.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Tiga korban meninggal dunia seluruhnya merupakan penumpang ambulans. Mulyana (50), warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang pada tangan kiri.
Mulyana dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju RSI Weleri, Kabupaten Kendal.
“Korban pertama adalah Mulyana (50), warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang,” ujar Eka.
Sementara Giyati (50), warga Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mengalami cedera kepala berat. Ia juga dinyatakan meninggal dunia saat dievakuasi menuju RSI Weleri.
Korban berikutnya, Tekat Susanto (48), warga Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang tertutup pada tangan kiri.
“Dia mengalami cedera kepala sedang dan patah tulang tertutup pada tangan kiri sebelum meninggal dunia saat dibawa ke RSI Weleri,” lanjut Eka.
Usai kejadian, petugas kepolisian bersama tim penanganan jalan tol mendatangi lokasi. Evakuasi korban dan kendaraan dilakukan, sementara arus lalu lintas diatur untuk mencegah kepadatan.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Petugas mengumpulkan keterangan dari pihak terkait serta memeriksa kendaraan yang terlibat untuk memastikan rangkaian kejadian secara lebih rinci.
Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta. Berdasarkan keterangan kepolisian, tidak ada korban luka berat maupun luka ringan lainnya dalam kecelakaan tersebut.






























