SEMARANG, Lingkarjateng.id — Menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-VI, jajaran pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Jawa Tengah menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Audiensi IPHI dengan Gubernur Jateng tersebut untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi persaudaraan haji tersebut dengan pemerintah daerah.
Turut hadir dalam rombongan tersebut Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, yang juga mengemban amanah sebagai pengurus IPHI Jawa Tengah.
Kehadiran Ida mempertegas dukungan dari pihak legislatif dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan dan pembinaan ibadah haji di wilayah tersebut.
“Sebagai bagian dari pengurus IPHI sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, saya melihat sinergi dengan pemerintah provinsi ini sangat strategis. Dari sisi legislatif, kami memiliki kewajiban untuk terus mengawal kebijakan dan pelayanan dasar, memastikan penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun semakin baik, aman, dan ramah bagi jamaah kita,” tuturnya.
Ida pun menyoroti peran penting IPHI setelah jamaah kembali ke Tanah Air dengan program pembinaan pascahaji yang dinilai sejalan dengan visi di DPRD Jateng.
“Yakni memberdayakan para alumni haji agar peran sosial mereka di tengah masyarakat semakin dirasakan, sehingga membawa dampak positif bagi kesejahteraan lingkungan sekitarnya,” terangnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua IPHI Jateng, Muh Haris, menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus beriringan dengan program-program pemerintah. Ia menyoroti pentingnya peran organisasi dalam merawat persaudaraan antarumat.
“Semangat kami adalah ngopeni (merawat) dan ngelakoni (menjalankan). Kami ingin hadir untuk merawat persaudaraan, memberikan perhatian kepada jamaah dan alumni haji, serta menjalankan amanah melalui program yang konkret dan memberikan manfaat,” ujar Muh Haris.
Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Menurunya, pemerintah siap membangun kerja sama dengan IPHI, terutama pada aspek pelayanan dan pembinaan.
Gubernur juga menitikberatkan pentingnya menjaga nilai-nilai ibadah agar tidak luntur setelah jamaah kembali ke kehidupan nyata.
“Pembinaan dari IPHI juga sangat diperlukan kepada para alumni agar kemabruran haji tetap terjaga sepanjang hayat dan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Ahmad Luthfi.
Rangkaian silaturahmi pengurus IPHI tidak berhenti di kantor gubernur. Rombongan kemudian bertolak menuju Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah dan diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus IPHI memaparkan kesiapan mereka untuk menggelar Muktamar ke-VI.
IPHI memberikan apresiasi khusus atas kinerja Kemenhaj. Pelaksanaan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Jawa Tengah secara keseluruhan dinilai sudah berjalan jauh lebih rapi dan baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Catatan positif dan evaluasi ini dinilai sangat penting, mengingat Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah dengan jumlah jamaah haji terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Timur. Kemitraan yang solid antara IPHI, Pemprov, DPRD, dan instansi terkait diharapkan mampu memastikan penyelenggaraan haji ke depan berjalan semakin optimal dan terpadu.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
































