GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus memperkuat program pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Salah satunya memberikan sosialisasi dan pelatihan Rashdul Kiblat dengan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Purwodadi dan mendapat pendampingan langsung dari Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Purwodadi, Hamdani.
Pihaknya mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Lapas dan Kemenag Grobogan dalam mendukung pembinaan spiritual warga binaan.
“Kerja sama dengan Kementerian Agama merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan bagi warga binaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus membentuk karakter positif sebagai bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Hamdani, Kamis, 16 Juli 2026.
Mewakili Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Grobogan, Hilmy Ulil Albab menjelaskan bahwa pemahaman mengenai arah kiblat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah shalat.
“Pemahaman arah kiblat yang benar menjadi salah satu dasar penting dalam pelaksanaan shalat. Melalui pelatihan ini kami berharap para santri binaan mampu memahami metode penentuan arah kiblat secara tepat sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Materi sekaligus praktik lapangan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwodadi, Tasripan dan Kustanto.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep Rashdul Kiblat, yaitu metode menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi matahari pada waktu tertentu sebagai acuan.
Selain menerima materi teori, para santri binaan juga mengikuti praktik secara langsung untuk menentukan arah kiblat secara tepat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengikuti setiap sesi pelatihan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar






























