JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak lima SMP Negeri di Kabupaten Jepara masih kekurangan 59 siswa setelah pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berakhir pada 25 Juni 2026. Untuk mengisi sisa kuota tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) membuka SPMB gelombang kedua pada 1-2 Juli 2026.
Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Hening Indrati mengungkapkan bahwa sekolah yang masih kekurangan peserta didik yakni SMP Negeri 2 Batealit dengan sisa tujuh kursi dari kuota 96 siswa. SMP Negeri 2 Karimunjawa masih menyisakan 17 kursi dari kapasitas 32 siswa.
Kemudian, SMP Negeri 2 Kedung masih membutuhkan 19 siswa dari kuota 96 orang. SMP Negeri 2 Keling masih memiliki 11 kursi kosong dari daya tampung 64 siswa, sedangkan SMP Negeri 4 Kembang masih kekurangan lima siswa dari kapasitas 32 orang.
“Dari 39 SMP Negeri yang membuka penerimaan peserta didik baru, sebanyak 34 sekolah telah memenuhi kuota. Masih ada 5 SMP Negeri yang masih memiliki kursi kosong, totalnya ada 59 kursi kosong dari total daya tampung 8.064 siswa,” katanya.
Untuk mengisi kekurangan tersebut, Disdikpora Jepara akan kembali membuka SPMB gelombang kedua. Pendaftaran dilaksanakan secara daring pada 1-2 Juli 2026, sedangkan hasil seleksi diumumkan pada 3 Juli.
“Gelombang kedua dibuka khusus untuk mengisi sisa kuota di lima sekolah tersebut,” ujar Hening.
Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut bukan hal yang baru, pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya, lima sekolah yang sama juga belum berhasil memenuhi daya tampung.
Menurutnya, rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi beberapa faktor. Selain lokasi sekolah yang berada cukup jauh dari pusat permukiman dan memiliki wilayah layanan terbatas, keberadaan sekolah swasta maupun madrasah tsanawiyah (MTs) menjadi alternatif pilihan masyarakat.
“Sejumlah sekolah swasta dan MTs menawarkan fasilitas tambahan seperti layanan antar-jemput maupun bantuan seragam, sehingga menjadi pertimbangan orang tua dalam menentukan sekolah bagi anaknya,” terangnya.
Pihaknya berharap pembukaan SPMB gelombang kedua dapat mengisi seluruh kursi yang masih kosong, sehingga seluruh SMP Negeri di Kabupaten Jepara dapat menerima peserta didik sesuai kapasitas yang telah ditetapkan.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar





























