KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik kegiatan Lokakarya Regional Bureaucracy Initiative for Skills and Excellence (RISE) tentang Pengasuhan dan Stimulasi Dini Tahun 2026 yang digelar Tanoto Foundation di Ruang Ngesti Widhi Sekretariat Daerah (Setda) Kendal pada Rabu, 24 Juni 2026.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika menilai lokakarya tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas perangkat daerah sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Karena investasi terbaik bagi masa depan Kabupaten Kendal adalah memastikan setiap anak memperoleh awal kehidupan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, dan kaya stimulasi,” katanya.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, perhatian terhadap pengasuhan dan stimulasi dini perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Untuk peningkatan SDM itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja. Alhamdulillah, Tanoto Foundation sudah tujuh tahun berkolaborasi dengan Kabupaten Kendal dalam peningkatan kualitas SDM, terutama terkait pengasuhan dan stimulasi dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Tika berharap seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman dan komitmen yang sama untuk memasukkan agenda pengasuhan dan stimulasi dini ke dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, upaya peningkatan kualitas pengasuhan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu organisasi perangkat daerah, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita ingin memastikan bahwa agenda pengasuhan dan stimulasi dini anak menjadi gerakan bersama yang terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation, Anang Ainur Roziqin, menjelaskan bahwa program RISE dirancang untuk memperkuat kapasitas birokrasi daerah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan yang mendukung Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI).
Dalam pelaksanaannya, lokakarya melibatkan tujuh organisasi perangkat daerah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan anak usia dini.
Instansi tersebut meliputi Bapperida, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta DP2KBP2PA.
“Melalui lokakarya ini, perangkat daerah akan bersama-sama memetakan tantangan, mengidentifikasi potensi daerah, serta menyusun langkah kolaboratif untuk memperkuat pembangunan anak usia dini di Kabupaten Kendal,” kata Anang.
Ia menambahkan, kerja sama antara Tanoto Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kendal telah berjalan dalam berbagai program penguatan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, penguatan numerasi dasar, pengembangan kebijakan literasi dan numerasi, implementasi instrumen pemantauan sekolah, hingga penyusunan Voluntary Local Review (VLR) Kabupaten Kendal.
“Kemitraan ini dilandasi keyakinan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid






























