Semarang (lingkarjateng.id) – Di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) terjadi pemadaman listrik berulang kali dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Pemadaman tersebut berdampak pada berbagai sektor, salah satunya pelaku usaha peternak ayam.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jateng, Susilo, mengatakan pemadaman listrik sangat berpengaruh terhadap peternakan ayam pedaging, terutama pada masa brooding atau pemeliharaan anak ayam usia 1-14 hari.
“Kalau listrik padam saat malam hari, ayam akan bergerombol dan menumpuk di kandang karena gelap. Akibatnya banyak yang mati. Dalam peternakan itu disebut deplesi,” kata Susilo, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, peternak skala besar umumnya memiliki genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik. Namun, peternak kecil banyak yang belum memiliki fasilitas tersebut karena keterbatasan modal.
“Kalau yang tidak punya genset dan mati lampunya cukup lama, kematian ayam bisa sampai 50 persen,” ujarnya.
Susilo menjelaskan, harga DOC (day old chick) atau anak ayam saat ini sekitar Rp 6 ribu per ekor. Dengan kapasitas kandang berisi 5-10 ribu ekor, kerugian yang ditanggung peternak bisa sangat besar jika ada kematian massal.
“Kalau mati 1.000 ekor saja sudah (rugi) Rp 6 juta. Padahal kapasitas kandang rata-rata 5-10 ribu ekor. Kalau 50 persen satu kandang 10 ribu ya berarti Rp 30 juta,” jelasnya.
“Khawatirnya black out, akhirnya pada mengantisipasi, pakai genset. Harganya kalau untuk kandang sekitar Rp 15 jutaan, mahal. Kalau mati siang nggak begitu masalah, masalah kalau malam,” lanjutnya.
Terpisah, Manager Komunikasi PLN UID Jateng, Prayudha Fasya Perdana, mengatakan terdapat kendala teknis operasional pada pembangkit, sehingga ada penurunan kapasitas suplai listrik.
“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Jawa Tengah serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” kata Prayudha.
“PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga,” pungkasnya.***
Jurnalis : Rizky S
Editor : Redaksi































