SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga membagikan sebanyak 1.300 bibit tanaman kepada masyarakat dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penghijauan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” itu dipimpin langsung Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, perwakilan dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga pegiat lingkungan hidup.
Selain jalan sehat dan aksi pungut sampah, pembagian bibit tanaman menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini. Sebanyak 1.300 bibit yang dibagikan terdiri dari tanaman pucuk merah, cabai keriting, cabai rawit, dan terong.
Bibit tersebut merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan di Salatiga. Ini sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap pelestarian lingkungan di Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, Nina Agustin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini konsisten mendukung berbagai program lingkungan yang dijalankan Pemerintah Kota Salatiga. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Kota Salatiga.
“Saya pribadi bersyukur karena sinergi dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Tertoleran ini telah berjalan dengan sangat harmonis. Program yang digulirkan oleh Pemkot Salatiga, seperti gerakan Salatiga Kota Biopori, program masterclass, program Go Waste, Pahala atau pemanenan air hujan Salatiga, dan lain sebagainya, telah didukung oleh seluruh elemen,” ujar Nina.
Ia menjelaskan, bibit tanaman yang dibagikan tidak hanya bermanfaat untuk penghijauan dan peningkatan kualitas udara, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga apabila ditanam dan dirawat dengan baik.
“Mungkin jumlah bibit yang dibagikan tidak seberapa jika dibandingkan dengan besarnya tantangan lingkungan yang kita hadapi. Namun saya percaya, setiap tanaman yang tumbuh akan membawa manfaat. Tanaman pucuk merah akan membantu menghijaukan lingkungan dan memperbaiki kualitas udara, sementara cabai dan terong yang ditanam di pekarangan dapat menjadi bagian dari ketahanan pangan keluarga,” ucapnya.
Nina berharap masyarakat dapat memanfaatkan bibit tersebut sebagai langkah sederhana namun nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim secara bersama-sama.
“Kita jadikan setiap bibit yang ditanam sebagai investasi kecil untuk udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih hijau, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Karena sesungguhnya aksi iklim dimulai dari kita, dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten bersama-sama,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar
































