KUDUS, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menggelar Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk wilayah pengembangan Jekuti dan Banglor di Pendopo Kabupaten Kudus pada Selasa, 26 Mei 2026. Forum tersebut melibatkan kabupaten eks Karesidenan Pati meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora dengan fokus pembahasan penguatan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.
Kegiatan itu mengusung tema “Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi.”
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan rembug pembangunan menjadi sarana koordinasi antarwilayah dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terintegrasi dengan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi target swasembada pangan dan pengembangan sektor pariwisata pada 2027.
“2027 tentang swasembada pangan, 2027 tentang peningkatan pariwisata,” ujarnya.
Selain sektor pangan dan pariwisata, Luthfi juga menyoroti penguatan ekonomi daerah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen yang dicanangkan pemerintah pusat.
Menurutnya, Jawa Tengah saat ini tengah bergerak menuju target tersebut dengan capaian pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen.
“Saat ini kita sedang menuju ke sana,” katanya.
Ia menjelaskan, investasi padat karya masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Sejumlah sektor industri seperti tekstil, garmen, pakaian jadi, dan kaos kaki dinilai berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Serapan tenaga kerja kita banyak, hampir 410 ribu tenaga kerja kita pada padat karya terserap,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengatakan berbagai usulan prioritas dari pemerintah kabupaten akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah provinsi.
Menurutnya, dukungan program pembangunan akan diberikan berdasarkan skala prioritas yang telah disusun masing-masing daerah.
“Usulan-usulan mereka nanti kita lihat, sesuai dengan skala prioritas yang kabupaten buat, nanti kita support program-program dari provinsi dan anggaran dari provinsi,” ujarnya.
Sarif menambahkan, penguatan berbagai sektor pembangunan akan terus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Ia berharap Jawa Tengah mampu menjadi salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
“Kemudian ke depan kita bisa menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi,” tandasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid
































