SEMARANG, Lingkarjateng.id – Ledakan hebat mengguncang sebuah rumah di Jalan Kampung Tambakrejo Pondok RT 02/RW 09, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 01.10 WIB. Insiden tersebut menewaskan seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Gilang.
Ledakan yang diduga berasal dari petasan itu meluluhlantakkan bangunan rumah milik warga bernama Rondiyah. Dari lima orang yang berada di dalam rumah saat kejadian, empat orang lainnya berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Suara ledakan yang sangat keras sempat mengagetkan warga sekitar, terlebih saat itu lingkungan masih ramai karena masyarakat tengah mempersiapkan kegiatan takbir keliling menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pantauan di lokasi pada Jumat siang menunjukkan kondisi rumah mengalami kerusakan parah. Bagian atap tampak jebol, rangka plafon runtuh, serta barang-barang di dalam rumah berserakan akibat kuatnya ledakan.
Petugas kepolisian langsung melakukan sterilisasi lokasi dengan menerjunkan Tim Gegana dari Polda Jawa Tengah. Dalam penyisiran, petugas mengamankan belasan petasan yang masih tersisa di dalam rumah untuk mencegah potensi ledakan susulan.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Ketua RW 09 Tambakrejo, Ahmad Rifa’i, mengungkapkan dirinya menerima laporan dari warga sekitar pukul 01.00 WIB terkait adanya rumah rusak akibat ledakan.
“Saya dapat laporan sekitar jam satu dini hari, lalu langsung ke lokasi. Warga sudah ramai dan sebagian sudah masuk ke dalam rumah untuk membantu,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, kondisi rumah disebut sudah mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian dalam. Sejumlah perabotan tampak hancur akibat ledakan.
Berdasarkan informasi sementara, sumber ledakan diduga berasal dari petasan yang dibeli secara daring. Petasan tersebut disebut disimpan di dalam toples dan diletakkan di bawah magic com sebelum akhirnya meledak.
Korban Gilang sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB. Ia ditemukan di bawah meja makan dalam kondisi tidak bernyawa.
“Korban ditemukan di bawah meja makan, sudah dalam keadaan meninggal,” kata Rifa’i.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid































