PATI, Lingkarjateng.id – Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1 Kabupaten Pati digeruduk sejumlah warga. Mereka menggelar aksi demo dan menyebut jika menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan tak sesuai standar.
Sebelum berjalan menuju ke SPPG Tlogowungu 1 tersebut, warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu sempat berkumpul di depan GOR Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu yang jaraknya 500 meter dari SPPG tersebut.
Sembari membawa poster yang bertuliskan ‘Stop SPPG, jangan kau jadikan bisnis’ hingga ‘MBG Ladang Korupsi’. Massa bergerak dengan kendaraan pikap yang sudah dilengkapi dengan alat pengeras suara.
Meski mendukung program MBG dari pemerintah pusat, namun massa mempertanyakan sajian makanan yang didapatkan tidak sesuai dengan anggaran.
“Kami mendukung penuh dengan MBG, tapi kenapa makanan yang didapatkan tidak sesuai dengan anggaran,” kata Zidan Putusuma Koordinator aksi saat memberikan orasi di lokasi, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Zidan, banyak warga yang mengeluh karena MBG yang diberikan kepada siswa tidak sesuai. Mulai dari jumlah makanan hingga nilai nominal yang lebih murah dari anggaran.
“Kita butuh penjelasan dan transparan, jangan SPPG dijadikan ladang bisnis dan korupsi,” lanjutnya.
Salah satu warga peserta aksi massa, menyebutkan bahwa siswa hanya mendapatkan jeruk satu, telur puyuh dan satu roti. Menurut perhitungannya paket MBG itu hanya seharga Rp5 ribu saja.
“Roti telur dan satu buah dengan nilai Rp 8 ribu. Itu dari mana menghitungnya, jangan malah dijadikan korupsi,” ucap Wayan.
Sementara itu, Kepala SPPG Tlogowungu 1, Dicky Ardian Listiyanto, menanggapi hal tersebut mengatakan menu MBG dengan sajian telur puyuh, roti, dan jeruk sudah sesuai anggaran. Menurutnya jika ada sisa, maka uangnya dikembalikan kepada negara.
“Telur puyuh Rp2.600 jeruk Rp2.300, roti Rp2.000 total Rp7.900 sisa Rp100,00 dikembalikan kepada negara. Kita dari SPPG tidak menerima uang sama sekali,” kata Dicky di lokasi.
“Dari negara anggaran berbentuk VA atau virtual account, saran dan kritik masukan kami terima,” sambungnya.
Dicky menjelaskan bahwa nominal MBG untuk siswa TK sampai kelas 3 SD adalah senilai Rp8 ribu. Sedangkan untuk kelas 4 SD sampai ibu menyusui nilainya adalah Rp15 ribu per porsi MBG.
“Tk sampai SD anggaran Rp8 ribu. SMP senilai Rp15 ribu,” ungkapnya.
Meski begitu, Dicky akan memperbaiki permasalahan dan tuntutan dari warga. Pihaknya menerima saran dan kritikan dari masyarakat.
“Kami akan memperbaiki masalah yang sudah-sudah. Kami akan mempertanggungjawabkan kepada negara,” tandasnya.






























