Semarang (lingkarjateng.id) – Selama hampir dua tahun terakhir, perangkat peringatan dini yang terpasang di jembatan penghubung Sungai Plumbon Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Kulon Kecamatan Tugu kondisinya rusak dan tidak berfungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan akan melakukan pemasangan early warning system (EWS) baru pada tahun ini guna meningkatkan kesiapsiagaan banjir.
Langkah itu diambil menyusul rusaknya EWS lama. Kondisi tersebut berdampak serius saat banjir yang melanda kawasan tersebut pada Kamis (15/1) lalu, saat ratusan rumah warga terendam tanpa adanya peringatan dini.
“EWS di Sungai Plumbon saat ini dalam kondisi offline dan tidak dapat difungsikan meski sempat dilakukan penggantian suku cadang,” ungkap Kepala BPBD Kota Semarang Endro P. Martanto pada Rabu (21/1).
Endro menyebut, pada tahun ini BPBD telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan sekaligus perbaikan EWS di sejumlah titik. Selain kerusakan, BPBD juga mencatat adanya EWS yang hilang akibat pencurian, salah satunya di wilayah Banyumanik.
Menurut Endro, untuk Sungai Plumbon, EWS baru direncanakan menggunakan sistem yang lebih optimal dengan pemasangan modem di luar box agar sinyal lebih kuat dan dapat dipantau secara daring.
“Contohnya di Perumahan Dinar Indah, EWS berfungsi dengan baik. Saat debit air naik, alarm berbunyi dan warga bisa segera melakukan antisipasi,” tuturnya.
Berdasarkan data BPBD, saat ini terdapat 28 unit EWS yang terpasang di berbagai wilayah Kota Semarang untuk mendeteksi potensi banjir dan longsor.
Namun, sebagian di antaranya mengalami kerusakan atau hilang akibat pencurian, seperti di kawasan Pudak Payung. Sementara EWS di Kali Banger untuk sementara dilepas karena adanya kegiatan normalisasi sungai.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang Riyanto menegaskan tahun ini telah dianggarkan pengadaan dua unit EWS baru dengan nilai sekitar Rp80 juta per unit. Selain Sungai Plumbon, satu EWS lainnya akan dipasang di Sungai Sringin.
“Pada tahun lalu belum ada anggaran karena terdampak refocusing. Baru tahun ini bisa dianggarkan kembali,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Riyanto, pemasangan EWS direncanakan sekitar April 2026, menyesuaikan Rencana Anggaran Kas (RAK) Daerah. Nantinya, EWS akan dilengkapi dengan teknologi CCTV dan sistem pemantauan online.
“Kami menyesuaikan jadwal dengan RAK. Kalau dipaksakan lebih awal bisa menjadi temuan BPK,” tandasnya.***
Jurnalis : Syahril
Editor : Fian

























