KENDAL, Lingkarjateng.id – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih sudah dilakukan serentak secara nasional pada, Jumat 17 Oktober 2025 kemarin.
Adapun di Kabupaten Kendal ada enam titik awal pembangunan gedung Kopdes Merah Putih, yaitu di Desa Gondoharum, Bangunsari, Pasigitan, Cepiring, Mororejo, dan Ngampel Wetan.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung Kopdes Merah Putih di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu menjelaskan, enam titik pembangunan gudang ataupun gerai KDMP ini berada di lima kecamatan, diantaranya Pageruyung, Cepiring, Kaliwungu, Patebon, Boja, dan Ngampel.
“Kita sudah melakukan peletakan batu pertama secara serentak se-Indonesia. Untuk Kabupaten Kendal, kegiatan ini dilaksanakan di enam desa, salah satunya di Desa Mororejo,” ujar Bupati Kendal, Jumat 18 Oktober 2025.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Kendal akan memberikan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut.
“Kita dukung total. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekonomi rakyat,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pengurus koperasi di setiap desa nantinya dapat mengelola KDMP secara profesional dan transparan.
“Koperasi harus dikelola dengan manajemen yang baik agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat desa. Harapannya, keuntungan koperasi bisa digunakan untuk pembangunan desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan menjelaskan rencananya ada sekitar 80 ribu Koperasi Merah Putih di berbagai daerah yang akan dibangun sebagai upaya dan langkah besar dari pemerintah untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional mulai dari desa.
“Dan TNI ikut membantu mempercepat pelaksanaan di lapangan, termasuk di Kendal,” terangnya.
Disisi lain, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Mororejo, Agus Nur Wahid, menyampaikan, Kopdes Merah Putih Desa Mororejo ini akan berfokus pada usaha yang bergerak di bidang perdagangan sembako, serta layanan kesehatan seperti klinik dan apotek.
“Kami juga akan menjalin kerja sama dengan BUMN, dinas terkait, dan berbagai instansi untuk memperluas manfaat koperasi,” katanya.
Ia menambahkan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan koperasi ini seluas 1.500 meter persegi, dengan tahap pertama pembangunan gedung berukuran 30×20 meter.
“Koperasi ini menyasar sekitar 3.000 kepala keluarga. Kami ingin koperasi ini bisa tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S





























