Demak (lingkarjateng.id) – Ratusan pecinta sepeda tua yang tergabung di Organisasi Onthelis Onthelista Indonesia (OOI) Kabupaten Demak menggelar acara ngonthel bareng dalam “Temu Triwulanan” di Desa Bumiharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Minggu (27/9).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan hadirnya ratusan peserta dari berbagai daerah, seperti halnya, perwakilan OOI di antaranya dari Jepara, Pati, Rembang, Klaten, Semarang, Sukoharjo, Solo, hingga Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Ketua OOI Kabupaten Jepara, Diah Windi, bersama puluhan anggotanya yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Temu Triwulanan oleh OOI Kabupaten Demak.
Menurut Diah, kegiatan tersebut menjadi event yang luar biasa karena OOI Kabupaten Demak yang hanya memiliki empat klub mampu menggelar kegiatan dengan meriah dan menarik peserta dari berbagai daerah.
“Saya bangga serta memberikan apresiasi kepada OOI Demak yang telah menyajikan event lokal triwulanan. Sangat luar biasa dan tidak diduga, kegiatan ini mampu mengundang OOI dari berbagai daerah. Bahkan ada juga yang datang dari Jawa Timur,” ujar Diah.
Sementara itu, Ketua OOI Kabupaten Demak, H Sully Efendy, mengatakan kegiatan Temu Triwulanan sengaja dikemas semaksimal mungkin. Selain untuk mempererat kebersamaan, kegiatan juga menjadi ajang menyambut para pecinta sepeda tua dari berbagai daerah.
“Kita tampilkan dan sajikan event ini secara maksimal untuk menyambut dan menghormati rekan-rekan yang sehobi dan mencintai sepeda tua. Termasuk mereka yang merupakan pecinta sejarah dan pelestari budaya,” kata Sully.
Sebelum menempuh perjalanan ngonthel berkeliling desa atau milangkori sejauh kurang lebih 10 kilometer, para peserta terlebih dahulu diajak mengikuti senam bersama.
Kegiatan senam tersebut dilakukan sebagai pemanasan dan peregangan tubuh sebelum peserta menempuh rute perjalanan. Sebagian peserta diketahui telah tiba di lokasi sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Kemeriahan juga terlihat sepanjang rute yang dilalui para peserta. Tidak sedikit peserta mengenakan kostum unik, mulai dari pakaian tempo dulu, kostum pejuang kemerdekaan, hingga karakter jagoan dalam komik Indonesia, seperti Wiro Sableng.
Usai berkeliling desa, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai kenang-kenangan kepada perwakilan klub peserta. Cendera mata tersebut berupa plakat, pin, stiker, dan piagam.
Acara kemudian ditutup dengan hiburan musik dangdut yang semakin menambah suasana kebersamaan para peserta Temu Triwulanan OOI Kabupaten Demak.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi para pecinta sepeda tua, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota OOI lintas daerah sekaligus menjaga kecintaan terhadap sepeda tua, sejarah, dan budaya. (Lingkar Network/Burhan).***
Editor : Adi Arfian






























