BLORA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengalokasikan anggaran Rp1,88 miliar untuk merehabilitasi ruas Jalan Kunduran-Ngawen-Blora, Kabupaten Blora. Perbaikan difokuskan pada penggantian perkerasan beton di dua titik dengan total panjang penanganan mencapai 240 meter.
Pelaksana tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi, Andila, mengatakan pengerjaan saat ini telah memasuki tahap penggantian perkerasan beton.
“Saat ini memasuki tahap penggantian perkerasan beton di dua titik dengan total panjang penanganan mencapai 240 meter. Selanjutnya tinggal menunggu umur beton sebelum dapat dilalui kendaraan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi Andila di Blora, Sabtu, 7 November 2026.
Dia menjelaskan, rehabilitasi jalan tersebut menggunakan dana APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026.
Penanganan dilakukan pada dua lokasi. Titik pertama berada di kilometer 105+884 hingga kilometer 106+016 dengan panjang 132 meter.
Sementara titik kedua berada di kilometer 108+800 sampai kilometer 108+908 atau di sekitar batching plant, dengan panjang penanganan 108 meter.
Total panjang perkerasan beton yang diganti di kedua lokasi tersebut mencapai 240 meter.
“Pekerjaan rehabilitasi tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,88 miliar dengan penyedia jasa CV Surya Duta Perkasa. Pelaksanaannya berlangsung mulai 7 September hingga 5 Desember 2026, dengan melibatkan 14 tenaga kerja lokal,” ujarnya.
Andila mengungkapkan, ruas Jalan Kunduran-Ngawen-Blora sebelumnya tidak masuk dalam daftar penerima alokasi anggaran pada APBD murni. Sebab, penanganan jalan tersebut telah direncanakan melalui skema Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
Namun, dalam perkembangannya, alokasi anggaran melalui skema tersebut mengalami perubahan. Dampaknya, anggaran yang semula direncanakan sekitar Rp14 miliar menyusut menjadi kurang lebih Rp2 miliar.
“Penyesuaian anggaran tersebut dilakukan karena keterbatasan anggaran serta banyaknya ruas jalan provinsi di kabupaten lain yang juga membutuhkan penanganan,” tuturnya.
Meski anggaran mengalami pengurangan, rehabilitasi tetap dilaksanakan pada sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
Andika berharap pekerjaan tersebut dapat memperbaiki kondisi jalan provinsi di wilayah Blora sehingga aktivitas perjalanan masyarakat maupun distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar.
Jurnalis: Ant
Editor: Muslichul Basid





























