KENDAL, Lingkarjateng.id – Semarakkan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026, Karang Taruna Kabupaten Kendal bersama pemerintah setempat menggelar kegiatan “Karta Menanam” 150 bibit sukun di Dukuh Sono, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kamis 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya mendorong ketahanan pangan dan potensi ekonomi masyarakat.
Ketua Karang Taruna Kendal, Nattaya Kenenza, mengatakan Karta Menanam merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Bulan Bakti Karang Taruna yang diperingati setiap September.
Tahun ini, Karang Taruna Kendal menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya Karang Taruna Goes to School, Karta Menanam, hingga puncak Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT).
“Melalui rangkaian kegiatan ini, Bulan Bakti Karang Taruna tidak hanya menjadi momentum mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Nattaya berharap 150 bibit sukun yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.
“Harapannya bibit sukun ini bisa tumbuh dengan subur. Melalui BBKT ini kami juga ingin masyarakat tahu bahwa Karang Taruna ada dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan Karang Taruna tidak hanya hadir ketika ada kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki peran strategis untuk menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan sosial maupun lingkungan.
“Karta Menanam membuktikan bahwa Karang Taruna tidak hanya sekadar hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan, menjaga dan merawat bumi beserta seisinya,” ujarnya.
Bupati Tika berharap gerakan menanam pohon tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi gerakan penghijauan di seluruh wilayah Kendal.
“Saya terima kasih kepada Karang Taruna Kabupaten Kendal dan Desa Tejorejo. Harapannya desa ini nantinya bisa menjadi penghasil tanaman sukun. Sehingga kedepan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian.
Di sisi lain, Bupati Tika mengajak para pemuda Kendal untuk terus berinovasi dan mengambil peran dalam pembangunan. Sebab, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
“Jangan takut untuk membuat kegiatan, jangan takut untuk berinovasi, jangan takut untuk mengambil peran. Karena pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” tuturnya.
Pemkab Kendal siap mendukung dan mengawal program-program konservasi lingkungan yang dilakukan bersama masyarakat, termasuk Karang Taruna.
“Saya juga sudah berpesan agar pemerintah desa ikut mendukung di rumah-rumah agar menanam pohon sukun. Dan 3-4 tahun lagi warga bisa panen sukun dan muncul klaster-klaster hasil olahan sukun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kendal, Albertus Hendri Setyawan, mengatakan kegiatan Karta Menanam merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Kendal dan Karang Taruna.
“Dalam rangka Bulan Bakti Karang Taruna, Dinsos bersama Karang Taruna menanam sebanyak 150 bibit sukun. Tujuannya sebagai bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan, mendorong penghijauan, sekaligus memperkuat peran Karang Taruna sebagai mitra pemerintah,” katanya.
Menurutnya, pemilihan bibit sukun bukan tanpa alasan. Selain memiliki manfaat bagi lingkungan, tanaman sukun juga dinilai memiliki potensi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Sukun ini memiliki potensi yang bagus, tetapi sekarang sudah jarang ditemukan. Selain untuk penghijauan, sukun juga bisa diolah dan menjadi potensi ekonomi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































